Said Iqbal Minta Danantara Selamatkan Pakerin demi Cegah PHK Massal
Choirul Arifin July 02, 2026 05:22 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -  Presiden KSPI sekaligus Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal meminta Danantara menyelamatkan PT Pakerin Indonesia di Mojokerto dari potensi kebangkrutan demi mencegah terjadinya pemutuhan hubungan kerja (PHK).

Pakerin saat ini menghadapi krisis operasional dan konflik internal terkait kepemilikan yang berdampak pada nasib ribuan karyawannya.

Pakerin bergerak di bidang pembuatan kertas industri seperti kraft liner, corrugating medium, duplex, dan core board serta bahan kimia anorganik.

Sebagian besar operasional pabrik berhenti karena dana perusahaan bernilai sekitar Rp1 triliun tertahan dan belum dapat dicairkan. Kondisi ini mengancam keberlangsungan kerja 2.500 buruh di pabrik tersebut.

Menurut Said Iqbal, Danantara sepakat mendorong bank-bank Himbara memberikan pinjaman modal kerja kepada perusahaan tersebut setelah dilakukan penilaian terhadap kondisi keuangannya.

"Danantara bersepaham untuk mendorong Bank Himbara memberikan pinjaman modal kerja ke PT Pakerin Indonesia di Mojokerto karena dia punya aset bagus di LPS," kata Said Iqbal usai menemui Chief Operating Officer (COO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Dony Oskaria di kantornya di Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Said Iqbal tiba di kantor Danantara di Jl. Gatot Subroto Jakarta Selatan 30 menit lebih awal, pukul 16.30 WIB dari jadwal pertemuan yang diagendakan pukul 17.00 WIB.

Said Iqbal mengatakan, dalam pertemuan tersebut pihaknya meminta agar Danantara mengambil peran untuk membantu perusahaan yang tengah bermasalah.

"Kami meminta Danantara mengambil peran sesuai tupoksinya, yaitu bisa menyertakan modal ke perusahaan-perusahaan swasta yang bermasalah. Dalam artian bermasalah, sebenarnya perusahaannya sehat, bisa jalan lagi, tetapi karena faktor modal kerja yang tergerus," tutur Said Iqbal kepada Wartawan usai pertemuan, Rabu petang.

Baca juga: Kemenperin Panggil Manajemen PT Pakerin, Pastikan Mitigasi PHK dan Pemulihan Produksi

Danantara juga diharapkan dapat mengambil alih perusahaan yang sudah tidak mampu beroperasi agar aktivitas usaha kembali berjalan dan PHK dapat dihindari.

Dengan dukungan pendanaan tersebut, PT Pakerin diharapkan dapat kembali beroperasi dan merekrut sekitar 2.700 pekerja, baik eks karyawan yang terkena PHK maupun tenaga kerja baru.

Pertemuan juga membahas kondisi industri Tekstil dan Produk Tekstil (TPT). Ia menyebut, Danantara akan mengkaji sejumlah perusahaan, termasuk PT Ricky dan PT Mayer, sebelum memutuskan pemberian dukungan pembiayaan.

Danantara akan memberikan bantuan jika perusahaan tersebut memiliki prospek bisnis yang baik dan produknya dapat diserap pasar sehingga penyelamatan perusahaan benar-benar efektif.

Baca juga: Dirjen AHU Kementerian Hukum Fasilitasi Penyampaian Aspirasi Buruh Pakerin

Di luar isu pendanaan perusahaan, KSPI juga mengangkat penyelesaian kasus sekitar 2.400 pekerja PT Freeport Indonesia yang terkena PHK setelah aksi mogok kerja pada 2017.

Menurutnya, Danantara akan memanggil manajemen PT Freeport Indonesia karena MIND ID, sebagai pemegang saham mayoritas perusahaan tambang tersebut, berada di bawah pengelolaan Danantara.

"Pak Dony Oskaria akan memanggil PT Freeport. Kalau kita berharap bisa bekerja kembali, kalaulah nanti tidak bisa bekerja kembali tentu hak-hak buruh harus dibayar tapi harus persetujuan dari buruh Freeport," ujar Said Iqbal.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.