Kemajuan AI Tidak Hilangkan Kebutuhan Verifikasi oleh Manusia
Choirul Arifin July 02, 2026 05:22 AM

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) kini semakin banyak digunakan untuk mengelola, menghubungkan, dan menyajikan informasi digital kepada publik.

Namun, di balik kemajuan tersebut, para pengguna diingatkan agar tidak menerima seluruh informasi yang dihasilkan sistem secara mentah tanpa proses verifikasi.

Isu tersebut mengemuka setelah sebuah pengujian independen terhadap identitas digital di mesin pencari menemukan adanya dua entitas Knowledge Graph (KGMID) yang berbeda, tetapi mengarah pada satu subjek hukum yang sama.

Temuan ini memunculkan pertanyaan mengenai sejauh mana sistem AI mampu mengintegrasikan miliaran data menjadi representasi identitas yang benar-benar akurat.

Pengujian tersebut dilakukan oleh Muhammad Ari Pratomo, pengacara dan praktisi hukum yang menggunakan pendekatan analisis bukti serta konsistensi data untuk menelusuri validitas informasi digital.

Menurut Ari, temuan itu menunjukkan bahwa secanggih apa pun teknologi AI, sistem otomatis tetap memiliki keterbatasan sehingga memerlukan pengawasan dan evaluasi dari manusia.

"AI adalah alat yang luar biasa, tetapi manusia tetap memiliki peran penting dalam berpikir kritis, memeriksa fakta, dan menemukan hal-hal yang mungkin luput dari sistem otomatis," ujar Ari dalam keterangan dikutip, Rabu (1/7/2026).

Pria yang kerap disapa AriLaw ini menilai kemampuan berpikir kritis tidak hanya menjadi tanggung jawab pengembang teknologi. Akademisi, praktisi hukum, jurnalis, peneliti, hingga masyarakat umum juga memiliki peran dalam menguji konsistensi informasi yang beredar di ruang digital.

Baca juga: BRIN Kembangkan AI Prediksi Badai Matahari, Begini Cara Kerjanya

Temuan mengenai dua entitas digital tersebut kemudian memicu diskusi di berbagai komunitas teknologi mengenai akurasi sistem AI dalam memetakan identitas seseorang.

Meski demikian, para pengamat sepakat bahwa masukan dari pengguna menjadi bagian penting dalam proses penyempurnaan teknologi. Hal itu sejalan dengan tantangan yang dihadapi pengembang AI, yakni mengolah miliaran data dari berbagai sumber dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Baca juga: Bisakah AI Membantu Investor Pasar Modal Menganalisa Tren Saham? Begini Penjelasan Sekuritas

Perkembangan ini menjadi pengingat bahwa kemajuan AI tidak menghilangkan kebutuhan akan penilaian manusia.

"Di era otomatisasi, kemampuan berpikir kritis, memverifikasi fakta, dan menguji konsistensi informasi justru menjadi semakin penting agar teknologi berkembang secara akurat, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.