TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMA dan SMK Negeri di wilayah kerja Cabang Dinas (Cabdin) Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah telah rampung.
Seluruh calon peserta didik yang dinyatakan lolos, termasuk dari daftar cadangan, telah menyelesaikan proses daftar ulang dan kini sekolah bersiap menyambut tahun ajaran baru.
Staf Seksi SMA Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VIII Jawa Tengah, Bali Ganda Herari, mengatakan pelaksanaan SPMB tahun ini berjalan lancar dengan mengedepankan prinsip transparansi dan integritas.
"Daftar ulang sudah selesai, termasuk peserta dari daftar cadangan. Saat ini sekolah-sekolah fokus mempersiapkan kegiatan belajar mengajar untuk peserta didik baru," ujarnya.
Ganda melanjutkan, Cabdin Pendidikan Wilayah VIII membawahi tiga wilayah, yakni Kabupaten Magelang, Kota Magelang, dan Kabupaten Temanggung.
Tahun ini, 21 SMA di wilayah tersebut menyediakan daya tampung sebanyak 6.840 siswa, sedangkan 12 SMK menerima 5.004 siswa.
Untuk menjaga kredibilitas proses penerimaan, Cabdin Wilayah VIII menerapkan slogan "No Titip, No Jastip".
Seluruh operator sekolah dan panitia penerimaan juga diminta menandatangani pakta integritas agar proses seleksi berlangsung objektif dan bebas dari praktik titipan maupun percaloan.
Baca juga: Kasus Dugaan Intimidasi Ibadah GMS Bantul, Polda DIY Sudah Periksa 31 Saksi
"Kami ingin memastikan seluruh proses berjalan bersih dan berintegritas. Karena itu operator maupun tim pelaksana diminta berkomitmen menjalankan aturan yang berlaku," kata Bali Ganda.
Selain memastikan kelancaran SPMB, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melalui Cabdin Pendidikan juga menyiapkan program bantuan seragam gratis bagi peserta didik baru dari keluarga kurang mampu.
Namun demikian, Ganda menjelaskan bantuan tersebut belum dapat menjangkau seluruh peserta didik.
Penerima bantuan akan diprioritaskan bagi siswa yang benar-benar berasal dari keluarga miskin berdasarkan data kesejahteraan atau kategori desil, termasuk peserta didik yang diterima melalui jalur afirmasi.
"Data calon penerima saat ini sedang dihimpun oleh masing-masing sekolah untuk kemudian diusulkan ke Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kemungkinan bantuan baru dapat direalisasikan pada awal tahun 2027," jelasnya.
Di sisi lain, Cabdin Pendidikan Wilayah VIII juga terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam menekan angka Anak Tidak Sekolah (ATS).
Upaya tersebut dilakukan melalui penyediaan kuota khusus jalur afirmasi ATS di sejumlah sekolah.
Tercatat, terdapat sekitar delapan SMA dan enam SMK yang tersebar di Kabupaten Magelang dan Kabupaten Temanggung yang masing-masing menyediakan satu rombongan belajar (rombel) khusus bagi peserta didik dari kategori ATS.
" Yang masih belum terpenuhi pada rombel tersebut pada SMA Islam Kandangan Temanggung masih belum terpenuhi," pungkasnya. (*)