Cerita Penjual Tahu Gejrot Alun-alun Kota Bogor Pindah ke Pasar Jambu Dua, Kini Mulai Diburu Pembeli
Tsaniyah Faidah July 02, 2026 03:21 PM

Laporan Wartawan TribunnewsBogor.com, Rahmat Hidayat

TRIBUNNEWSBOGOR.COM, BOGOR UTARA - Pasar Jambu Dua Kota Bogor ramai oleh para UMKM.

Sentra UMKM ini berada di lantai 2 Pasar Jambu Dua.

Ruko-ruko berjejer berdekatan namun semuanya berbeda barang dagangannya.

Beberapa UMKM ada yang berada di ruko rolling door dan banyak orang kini menyebut lantai ini sebagai Pasar Santanya Kota Bogor.

Salah satu UMKM yang kini berjualan di Pasar Jambu Dua adalah Apip (23). Ia berjualan Tahu Gejrot Khas Cirebon.

Sebelum di Pasar Jambu Dua ini dia berjualan di Alun-alun Kota Bogor.

"Sebelumnya saya di Alun-alun Kota Bogor. Disana sudah 4 tahun. Saya jualan di depan Gate 7 depan Bank BRI," kata Apip kepada TribunnewsBogor.com di Pasar Jambu Dua, Kamis (2/7/2026).

Selama di Alun-alun Kota Bogor, ia kerap diusir oleh Satpol PP Kota Bogor.

Tidak jarang dia 'kucing-kucingan' dengan para anggota Satpol PP.

Ketika Satpol PP tidak patroli, dia berjualan di atas trotoar yang memang dilarang dijadikan sebagai tempat berjualan.

"Ya memang saya berjualan di trotoar. Itu memang sebetulnya dilarang ya. Itu dilarang saya jujur," ujarnya.

Saat berjualan di Alun-alun Kota Bogor barang dagangannya memang selalu habis.

Keuntungan setiap harinya selalu ia dapatkan.

Namun, ia merasa tidak tenang sebab harus kucing-kucingan.

"Untung banyak tapi ketika jualan saya jujur tidak tenang karena ya selalu kucing-kucingan," ujarnya.

Sudah tiga minggu ia pindah ke Pasar Jambu Dua ini.

Selama berjualan di Sentra UMKM, diakui olehnya sudah mulai ramai.

"Saya jualan dari jam 10 pagi sampai 6 sore. Sekarang ya sudah mulai ramai. Kadang habis kadang sedikit lagi," ujarnya.

Ia pun kini tenang berjualan tanpa harus diusir oleh Satpol PP.

"Lebih nyaman, rapi, dan tentunya lebih tenang saat jualan disini," tandasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.