Bupati Purwakarta Om Zein Minta Maaf Soal Lagu Lalaki Langit, Terungkap Sumber Inspirasi Liriknya
Galuh Palupi July 02, 2026 04:14 PM

 

TRIBUNSTYLE.COM - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein alias Om Zein meminta maaf atas polemik lagu 'Lalaki Langit' yang tengah ramai menuai kritik.

Lagu ciptaan Om Zein itu dinilai berisikan lirik yang merendahkan martabat perempuan.

Dilansir dari Tribun Bogor pada Kamis (2/7/2026), Om Zein menyampaikan permintaan maaf setelah Lalaki Langit menuai banyak kritik dari para tokoh dan publik figure termasuk anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya dan penyanyi Rossa.

“Pertama-tama saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Dan mohon maaf jika kata-kata dalam lagu itu membuat beberapa pihak ada yang tersinggung," ungkap Om Zein dilansir pada Kamis (2/7/2026).

“Saya tidak bermaksud untuk menyinggung siapa pun dan tidak bermaksud mendiskreditkan siapa pun," sambungnya.

Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein disorot soal lagu ciptaannya
Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein alias Om Zein disorot soal lagu ciptaannya (Instagram @omzein_bupatiaing)

Om Zein lantas menceritakan awal mula lagu Lalaki Langit tercipta.

Baca juga: Fakta Lagu Lalaki Langit, Bupati Purwakarta Om Zein Klaim Menulisnya Saat Masih Jadi Pengembara

Menurutnya, lagu itu dibuat di tahun 2020 ketika dirinya belum menjabat sebagai bupati dan masih menjadi pengembara.

"Itu berawal dari sebuah puisi dan kata-kata lagu itu saya buat tahun 2020. Artinya pada saat itu dibuat oleh seorang Om Zein, seorang pengembara yang menurut saya sedang tersesat. Bukan oleh Om Zein seorang bupati, karena tahun 2020 saya belum menjadi bupati," pungkas Om Zein.

Puisi yang dituliskan Om Zein kerap ia bacakan dalam berbagai kesempatan hingga di tahun 2023 seorang seniman menawarkan agar puisi itu dibuat menjadi lagu.

Kemudian pada 2026, Om Zein membagikan lagunya tersebut melalui media sosial.

Diakui Om Zein, lirik lagu tersebut berisikan pengalamannya di masa lalu ketika masih menjadi pribadi kurang baik.

“Dalam kategori bragajul, kategori nakal. Sehingga saya merenung dan berpikir, ya Tuhan, untung saya diciptakan jadi laki-laki. Entah kalau jadi perempuan bagaimana jadinya saya. Itulah yang mau saya ungkapkan pada saat itu," akui Om Zein.

Berujung disomasi

Kendati Om Zein telah meminta maaf, lagu bahasa Sunda itu tetap menuai protes dari publik.

Terbaru, lagu Om Zein disomasi oleh Lembaga Jabar Bantuan Hukum (JBH).

Ketua JBH, Riyan Bintana menyebut bahwa lagu ciptaan Om Zein itu tidak bisa dianggap cuma sebagai karya seni melainkan ada unsur yang merendahkan perempuan.

"Ditemukan fakta hukum yang tidak terbantahkan bahwa lagu tersebut memuat diksi, narasi, dan substansi yang bersifat misoginis, merendahkan derajat eksistensial manusia, serta mendegradasi harkat dan martabat kaum perempuan secara vulgar," kata Riyan.

Karenanya, JBH meminta agar Om Zein menghapus lagu tersebut dari semua platform media sosial dalam waktu 3x24 jam serta permintaan maaf.

Baca juga: Dituding Sudutkan Perempuan soal Lagu Lalaki Langit, Om Zein: Itu Murni Refleksi Kenakalan Masa Lalu

Jawaban Om Zein

Lagunya berbuah somasi, Om Zein angkat bicara.

MINTA MAAF - Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, saat menghadiri kegiatan pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Saepul Bahri Binzein (Om Zein) minta maaf atas polemik lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang dinilai menyinggung kaum perempuan.
MINTA MAAF - Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, saat menghadiri kegiatan pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Saepul Bahri Binzein (Om Zein) minta maaf atas polemik lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang dinilai menyinggung kaum perempuan. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

Om Zein kembali meminta maaf kepada pihak yang merasa tersinggung dengan lagunya.

Namun jika kini dirinya disomasi, Om Zein mengaku tak bisa berkomentar lebih banyak karena harus berkonsultasi terlebih dahulu ke pengacaranya.

“Kalau untuk kata-kata yang dianggap kontroversi saya minta maaf. Tapi kalau untuk somasi, karena kaitannya ini dengan somasi, saya jadi harus konsultasi dulu dengan lawyer saya,” imbuh Om Zein.

Lalu untuk permintaan JBH yakni menghapus lagu tersebut dari semua akun media sosialnya, Om Zein belum mau bertindak.

Sebab hal tersebut sudah masuk ke ranah hukum.

“Apakah ini kemudian di-take down, karena kan belum ada pelarangan tentang lagu itu. Jadi saya harus konsultasi dulu, nanti akhirnya saya kabari lagi. Atau nanti lawyer saya yang menjelaskan bagaimana menanggapi somasi," kata Om Zein. (Tribun Style/Tribun Bogor)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.