TRIBUNSTYLE.COM - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein—yang akrab disapa Om Zein—kini tengah menghadapi sorotan tajam.
Baru-baru ini Om Zein mendapatkan somasi dari Lembaga Jabar Bantuan Hukum (JBH).
Langkah ini diambil sebagai buntut dari viralnya sebuah lagu bertajuk Lalaki Langit Lalanang Bejad.
Lagu yang merupakan karya ciptaan Om Zein tersebut mendadak jadi perbincangan hangat di jagat maya.
Bukan tanpa alasan, tembang tersebut menjadi sorotan publik karena dinilai memuat lirik yang merendahkan martabat kaum perempuan.
Menanggapi hal ini, Ketua JBH, Riyan Bintana, menegaskan karya tersebut telah melampaui batas kebebasan berekspresi.
Ia menyebut bahwa lagu ciptaan Om Zein itu tidak bisa dianggap cuma sebagai karya seni melainkan ada unsur yang merendahkan perempuan.
Baca juga: Lirik Lagu Lalaki Langit Karya Bupati Purwakarta, Dicap Rendahkan Wanita, Rossa Murka: Pria Sakit!
"Ditemukan fakta hukum yang tidak terbantahkan bahwa lagu tersebut memuat diksi, narasi, dan substansi yang bersifat misoginis, merendahkan derajat eksistensial manusia, serta mendegradasi harkat dan martabat kaum perempuan secara vulgar," kata Riyan.
Atas kegaduhan yang terjadi, JBH meminta agar Om Zein menghapus lagu tersebut dari semua platform media sosial dalam waktu 3x24 jam serta permintaan maaf.
Om Zein angkat bicara setelah dirinya kena somasi. Ia meminta maaf kepada pihak yang merasa tersinggung dengan lagunya.
Namun, terkait dengan langkah hukum yang kini mengancamnya, ia memilih untuk bersikap hati-hati. Jika kini dirinya disomasi, Om Zein mengaku tak bisa berkomentar lebih banyak karena harus berkonsultasi terlebih dahulu ke pengacaranya.
“Kalau untuk kata-kata yang dianggap kontroversi saya minta maaf. Tapi kalau untuk somasi, karena kaitannya ini dengan somasi, saya jadi harus konsultasi dulu dengan lawyer saya,” imbuh Om Zein.
Sementara itu, lalu untuk permintaan JBH yakni menghapus lagu tersebut dari semua akun media sosialnya, Om Zein belum mau bertindak.
“Apakah ini kemudian di-take down, karena kan belum ada pelarangan tentang lagu itu. Jadi saya harus konsultasi dulu, nanti akhirnya saya kabari lagi. Atau nanti lawyer saya yang menjelaskan bagaimana menanggapi somasi," kata Om Zein.
Kontroversi ini ternyata berbuntut panjang dan memicu reaksi berantai dari berbagai tokoh publik.
Tidak main-main, Om Zein diprotes keras oleh anggota DPR RI hingga penyanyi kenamaan tanah air yang turut merasa resah dengan kehadiran lagu tersebut.
Anggota Komisi VIII DPR RI Atalia Praratya menyoroti isi lirik yang ditulis Om Zein.
Diakui Atalia, ia kecewa dengan Om Zein yang bak merendahkan perempuan di lagunya tersebut.
Atalia mengaku heran, dari sekian banyak kata-kata dalam bahasa Sunda yang indah, kenapa Om Zein memakai lirik tak senonoh di lagunya.
Ibu tiga anak itu pun menyinggung soal isu patriarki dan kaitannya dengan lagu sang Bupati Purwakarta.
"Hari ini kita mati-matian melawan budaya patriarki yang merendahkan perempuan. Namun mengapa justru narasi yang sangat patriarkal lahir dari karya seorang kepala daerah?" tulis Atalia dalam kritikannya atas karya Om Zein.
Tak cuma Atalia, Rossa juga ikut memprotes lagu ciptaan Om Zein tersebut.
Penyanyi kenamaan itu bahkan menyindir Om Zein dengan sebutan pria sakit.
"Judulna Lalaki Langit. Penyanyi : Lalaki Gering
kitu ieu teh? (Judulnya lelaki langit. Penyanyi: lelaki sakit gitu teh?)," tulis Rossa di komentar postingan Atalia.
Sadar dirinya tengah jadi bahan perbincangan, Om Zein akhirnya buka suara.
Dilansir TribunnewsBogor.com dari Kompas.com, Om Zein meminta maaf kepada masyarakat yang tersinggung dengan lagunya.
Anak buah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi itu mengaku tidak bermaksud merendahkan perempuan.
“Pertama-tama saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan ini. Dan mohon maaf jika kata-kata dalam lagu itu membuat beberapa pihak ada yang tersinggung," ungkap Om Zein dilansir pada Kamis (2/7/2026).
“Saya tidak bermaksud untuk menyinggung siapa pun dan tidak bermaksud mendiskreditkan siapa pun," sambungnya.
Lebih lanjut, Om Zein pun menceritakan awal mula terbentuknya lagu Lalaki Langit Lalanang Bejad tersebut.
Lagu tersebut awalnya adalah puisi yang ia ciptakan di tahun 2020, atau jauh sebelum ia jadi Bupati.
"Itu berawal dari sebuah puisi dan kata-kata lagu itu saya buat tahun 2020. Artinya pada saat itu dibuat oleh seorang Om Zein, seorang pengembara yang menurut saya sedang tersesat. Bukan oleh Om Zein seorang bupati, karena tahun 2020 saya belum menjadi bupati," pungkas Om Zein.
Lalu setelahnya, Om Zein ditawari oleh seorang seniman agar puisinya itu dibuat menjadi lagu di tahun 2023.
Hingga pada Januari 2026, Om Zein pun membagikan lagunya tersebut di berbagai platform media sosial miliknya.
Diakui Om Zein, lirik lagu tersebut berisikan pengalamannya di masa lalu ketika masih menjadi pribadi kurang baik.
“Dalam kategori bragajul, kategori nakal. Sehingga saya merenung dan berpikir, ya Tuhan, untung saya diciptakan jadi laki-laki. Entah kalau jadi perempuan bagaimana jadinya saya. Itulah yang mau saya ungkapkan pada saat itu," akui Om Zein.
Nuhun gusti
Terima kasih Tuhan
Tos nyiptaken kuring jadi lalaki
sudah menciptakan aku jadi laki-laki
Cacak mun jadi awewe
Andai saja jadi perempuan
Es-em-pe kelas tilu
sudah keguguran tujuh kali
Nuhun gusti
terima kasih Tuhan
Tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
sudah mencipatakan aku jadi laki-laki
teu kudu meuli kurang
tidak usah membeli bra
nu busahna leuwih gede batan susu
yang buasanya lebih besar daripada payudara
nuhun gusti
terima kasih Tuhan
tos nyiptakeun kuring jadi lalaki
sudah menciptakan aku jadi laki-laki
teu kudu ngaprak-ngaparak apotek
tidak usah keluyuran mencari apotek
alatan telat bulan
karena telah bulan
nuhun gusti
terima kasih Tuhan
tos nyiptakeun kurang jadi lalaki
sudah menciptakan aku jadi laki-laki
teu kudu ngalukis halis jeung bulu mata
tidak usah melukis alis dan bulu mata
sakalina ngiceup hese beunta
yang sekali berkedip susah melek.
(TribunStyle.com/Bangkapos.com/TribunnewsBogor.com)