SRIPOKU.COM, PALI – Nopal (14), seorang siswi kelas VII SMP Negeri 4 Penukal, Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Sumatera Selatan, harus terbaring lemah dan terhambat sekolahnya akibat berjuang melawan penyakit tumor selama dua tahun terakhir.
Kondisi ekonomi keluarga yang terbatas membuat pengobatan warga Desa Panta Dewa, Kecamatan Talang Ubi ini sempat terhenti pasca-operasi pertama pada tahun 2024 lalu.
Orang tua Nopal, Leman, mengungkapkan bahwa meskipun biaya pengobatan dasar menggunakan BPJS, mereka kesulitan memenuhi biaya transportasi, konsumsi selama di rumah sakit rujukan di Palembang, serta obat-obatan yang berada di luar tanggungan.
"Dua tahun ini kami bolak-balik berobat. Kalau penyakitnya kambuh, Nopal tidak bisa berjalan dan menangis terus. Kami hanya pekerja serabutan, jadi sangat berat untuk biaya operasionalnya," ujar Leman dengan suara bergetar, kepada Sripoku.com Kamis (2/7/2026).
Pihak sekolah SMP Negeri 4 Penukal membenarkan kondisi tersebut dan menyatakan prihatin atas absennya Nopal yang dikenal sebagai anak rajin sebelum jatuh sakit.
Sementara itu, Nopal sendiri berharap bisa segera sembuh agar dapat kembali belajar dan mengikuti ujian bersama teman-temannya.
Merespons kondisi tersebut, lembaga sosial Aksi Relawan Pemuda (ARP) PALI bergerak cepat menggalang dana masyarakat untuk membawa Nopal kembali mendapatkan perawatan intensif di Rumah Sakit PALI.
Ketua ARP PALI, Andy Adi Putra, mengumumkan bahwa hingga Kamis (2/7/2026), donasi yang dikumpulkan dari kepercayaan masyarakat telah mencapai Rp17.236.000.
Seluruh dana tersebut akan disalurkan secara transparan untuk keperluan akomodasi dan pengobatan Nopal.
"Nilai dana ini terus bertambah dan semuanya akan didonasikan untuk kesembuhan Nopal. Kami tetap membuka pintu bagi masyarakat yang ingin menyalurkan bantuan melalui nomor Dana 0853-7772-4675 (a.n. Andy Adi Putra) atau rekening Bank Sumsel Babel 21209001515 (a.n. Mutia Rani Dewi Sari)," pungkas Andy.