OMC Dihentikan Karena Curah Hujan Bulan Juli Tinggi, BPBD Pelalawan Sebut Karhutla Masih Berpotensi
Muhammad Ridho July 02, 2026 03:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PELALAWAN - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pelalawan memastikan belum ada kasus Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dalam dua pekan terakhir. 

Hal ini disebabkan curah hujan yang cukup tinggi seja pertengahan sampai akhir Bulan Juni. Titik api atau firespot tidak ada muncul di beberapa lokasi yang rawan terbakar. Namun hotspot atau titik panas masih terpantau hampir setiap hari. 

"Hotspot selalu ada, tapi tidak berpotensi sebagai titik api. Sampai saat ini masih aman dari Karhutla," kata Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Pelalawan, Zulfan M.Si kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (2/7/2026).

Walau hotspot terus muncul, potensi hujan masih tinggi. Bahkan pada Bulan Juli ini, curah hujan diprediksi semakin tinggi di wilayah Riau termasuk Pelalawan.

Kondisi ini cukup melegakan mengingat musim kemarau parah yang diperkirakan terjadi sampai Agustus mendatang. 

Baca juga: Penyidik Polres Pelalawan Agendakan Rekonstruksi Kasus Begal Sadis Tewaskan Korban di Kerumutan

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan BPBD Provinsi Riau menghentikan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) per tanggal 1 Juli kemarin.

Lantaran potensi hujan semakin tinggi memasuki bulan ketujuh ini. Namun armada dan logistik OMC masih disiagakan, jika sewaktu-waktu kemarau panjang yang berpotensi menimbulkan Karhutla. 

"Jadi hujan beberapa hari terakhir ini kebanyakan hujan alami, walaupun OMC masih berjalan kemarin. Tapi sudah dihentikan," tandas Zulfan.

Meski demikian, potensi terjadinya Karhutla masih tetap ada, apabila masyarakat melakukan pembakaran lahan dalam mengolah kebunnya.

(Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.