PLN Hadirkan Program SEDAP BANJAR untuk Modernisasi Pertanian di Gresik
Titis Jati Permata July 02, 2026 03:32 PM

 

SURYA.co.id, GRESIK - Modernisasi sektor pertanian mulai merambah Desa Banjarsari, Kecamatan Cerme, Kabupaten Gresik, Jawa Timur.

Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT PLN (Persero) Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) menghadirkan Program SEDAP BANJAR (Sembada Pangan Melalui Electrifying Agriculture) sebagai upaya mendorong pemanfaatan teknologi berbasis listrik untuk meningkatkan produktivitas pertanian sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi desa.

Program tersebut diwujudkan melalui penyaluran berbagai peralatan pertanian berbasis listrik, mulai dari hand traktor elektrik, mesin perontok padi, mesin semprot hama elektrik, hingga pompa air listrik. 

Tidak hanya itu, PLN juga membekali kelompok tani dengan pelatihan pengolahan hasil pertanian, strategi pemasaran produk, hingga pengendalian hama agar pemanfaatan teknologi dapat berjalan optimal.

Transformasi Sistem Pertanian

General Manager PLN UIT Jawa Bagian Timur dan Bali, Ika Sudarmaja, mengatakan program TJSL ini dirancang untuk memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat melalui transformasi sistem pertanian yang lebih modern, produktif, dan berkelanjutan.

"Melalui Program SEDAP BANJAR, PLN ingin menghadirkan manfaat nyata dari energi listrik bagi masyarakat. Kami berharap bantuan peralatan berbasis listrik yang disertai penguatan kapasitas petani ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian, menciptakan efisiensi usaha tani, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa," kata Ika, dalam rilis yang dikirimkan ke SURYA.co.id, Kamis (2/7/2026).

Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Menurut Ika, PLN juga berkomitmen membangun ekosistem Electrifying Agriculture sebagai bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan nasional dan pembangunan desa berkelanjutan.

Lebih dari sekadar bantuan sarana produksi, Program SEDAP BANJAR diproyeksikan menjadi model pengembangan ekonomi desa berbasis pemanfaatan energi listrik. 

Kolaborasi antara teknologi, peningkatan kapasitas petani, dan pemberdayaan masyarakat diharapkan mampu menciptakan sistem pertanian yang lebih efisien dan memiliki daya saing.

"Melalui berbagai program TJSL, kami terus menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat sekaligus mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Kedepan, PLN berkomitmen untuk terus memperluas pemanfaatan listrik produktif di berbagai sektor guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan," jelas Ika.

Salurkan Bantuan pada Kelompok Tani

Dalam pelaksanaannya, PLN UIT JBM menggandeng Unit Pelaksana Transmisi (UPT) Gresik untuk menyalurkan bantuan kepada kelompok tani di Desa Banjarsari.

Perwakilan Manajemen PLN UPT Gresik, Rizky Wahyu, menjelaskan bahwa selain bantuan alat pertanian listrik, peningkatan kompetensi petani juga menjadi bagian penting dari program tersebut.

"Selain dukungan sarana produksi, PLN juga memberikan pelatihan kepada kelompok tani mengenai pengolahan hasil pertanian, strategi pemasaran produk, hingga pengendalian hama untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing petani," tambah Rizky.

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh PLN UPT Gresik kepada Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Banjarsari, Sapiin, dan disaksikan Kepala Desa Banjarsari beserta jajaran Muspika Kecamatan Cerme.

Rizky menegaskan, Program SEDAP BANJAR menjadi implementasi nyata komitmen PLN dalam menghadirkan manfaat listrik yang tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi, tetapi juga sebagai penggerak produktivitas masyarakat.

"Pemanfaatan peralatan pertanian berbasis listrik diharapkan mampu meningkatkan efisiensi proses budidaya, menekan biaya operasional, serta mempercepat aktivitas pertanian sehingga hasil panen dapat meningkat secara optimal," pungkas Rizky.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.