BANGKAPOS.COM, BANGKA – Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mengintensifkan upaya deteksi dini penyakit tidak menular (PTM) dengan mengajak masyarakat memanfaatkan layanan program cek kesehatan gratis (CKG) di seluruh puskesmas.
Langkah tersebut dilakukan untuk menemukan faktor risiko penyakit sejak awal sehingga penanganan dapat dilakukan sebelum berkembang menjadi komplikasi. Upaya ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menekan angka kesakitan dan kematian akibat PTM.
Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Bangka Selatan, dr Agus Pranawa, mengatakan masyarakat diimbau memanfaatkan layanan cek kesehatan gratis yang tersedia di seluruh puskesmas.
Pemeriksaan tersebut bertujuan mendeteksi lebih awal berbagai faktor risiko penyakit tidak menular yang kerap tidak disadari penderitanya. Dengan deteksi dini, tenaga kesehatan dapat segera memberikan intervensi sesuai kondisi pasien.
“Kita juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk melakukan cek kesehatan gratis yang ada di puskesmas se-Kabupaten Bangka Selatan,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Kamis (2/7/2026).
Menurut Agus Pranawa, program CKG disesuaikan secara personal berdasarkan kelompok usia atau siklus hidupuntuk memastikan deteksi dini penyakit yang paling relevan. Misalnya bayi baru lahir, balita dan anak pra sekolah akan diskrining penyakit bawaan lahir. Kemudian, fisik dan indra berupa pemantauan pertumbuhan, perkembangan anak, kesehatan gigi, fungsi pendengaran, serta mata. Termasuk skrining tuberkulosis dan status imunisasi.
Lalu, remaja diberikan pemeriksaan obesitas, kesehatan indra, anemia, dan kesehatan jiwa. Dewasa, cek tensi darah, gula darah, kolesterol, asam urat, serta kesehatan mental. Sementara lanjut usia, yakni deteksi kanker, risiko stroke atau jantung, dan cek fungsi kognitif.
pemeriksaan kesehatan menjadi pintu masuk untuk melakukan skrining terhadap berbagai penyakit tidak menular, seperti hipertensi maupun diabetes melitus. Apabila ditemukan indikasi penyakit, puskesmas akan melakukan penanganan dan pendampingan agar kondisi pasien tidak berkembang menjadi lebih berat. Langkah tersebut sekaligus memperkuat upaya promotif dan preventif yang selama ini dijalankan pemerintah daerah.
“Karena kita berusaha melakukan screening, ketika ada indikasi ke arah penyakit-penyakit tidak menular, maka akan diintervensi oleh teman-teman yang ada di puskesmas,” jelas Agus Pranawa.
Ia menambahkan, pasien yang telah terdiagnosis hipertensi maupun diabetes harus mendapatkan tata laksana yang baik agar terhindar dari berbagai komplikasi. Koordinasi antara puskesmas dan rumah sakit juga terus diperkuat untuk memastikan pelayanan kepada pasien berjalan optimal. Dengan demikian, risiko
Penyakit tidak menular menjadi perhatian serius karena memiliki angka kematian yang cukup tinggi. Salah satu penyakit yang paling berbahaya adalah hipertensi karena sering kali tidak menunjukkan gejala sehingga dikenal sebagai silent killer. Banyak pasien baru mengetahui dirinya menderita hipertensi setelah mengalami stroke atau kondisi yang sudah berat.
“Hipertensi itu kita sebut sebagai silent killer. Ketika pasien tidak merasakan gejala ternyata tensinya tinggi, biasanya yang masuk ke rumah sakit karena stroke, tidak sadarkan diri bahkan meninggal, itu biasanya darah tinggi yang tidak ada gejala,” sebutnya.
Karena itu, masyarakat diminta tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan secara berkala meski merasa tubuh dalam kondisi sehat. Agus menegaskan pengendalian hipertensi dan diabetes harus dilakukan secara rutin agar penyakit tetap terkontrol dan tidak memicu komplikasi. Kesadaran masyarakat untuk memeriksakan kesehatan menjadi kunci keberhasilan pencegahan PTM.
Penyakit tidak menular kini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga dapat dialami masyarakat usia produktif. Oleh sebab itu, seluruh kelompok umur menjadi sasaran program pencegahan dan intervensi yang dilakukan Dinas Kesehatan. Masyarakat juga diingatkan untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari sebagai langkah pencegahan paling efektif.
“Mari kita jaga kesehatan dengan pola hidup sehat, pola makan yang baik, olahraga, mengonsumsi makanan bergizi, istirahat yang cukup, sehingga kita bisa mengontrol kesehatan kita,” pungkas Agus Pranawa. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)