Arti Lirik Lagu Lalaki Langit Ciptaan Om Zein Bupati Purwakarta yang Tuai Kritik, Akui Dulu Nakal
Candra Isriadhi July 02, 2026 04:44 PM

TRIBUNNEWSMAKER.COM - Polemik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat ciptaan Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, masih menjadi perbincangan publik.

Lagu tersebut menuai kritik dari sejumlah pihak karena dinilai mengandung lirik yang menyinggung kaum perempuan.

Menanggapi kontroversi yang terus bergulir, Om Zein akhirnya angkat bicara sekaligus memberikan penjelasan mengenai latar belakang lahirnya lagu tersebut.

MINTA MAAF - Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, saat menghadiri kegiatan pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Saepul Bahri Binzein (Om Zein) minta maaf atas polemik lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang dinilai menyinggung kaum perempuan.
MINTA MAAF - Saepul Bahri Binzein atau Om Zein, saat menghadiri kegiatan pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta. Saepul Bahri Binzein (Om Zein) minta maaf atas polemik lagu 'Lalaki Langit, Lalanang Bejat' yang dinilai menyinggung kaum perempuan. (Tribun Jabar/Deanza Falevi)

Pernyataan itu disampaikan Om Zein usai menghadiri kegiatan pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Kamis (2/7/2026).

Meski tengah diterpa polemik, kehadiran Om Zein tetap disambut antusias oleh masyarakat.

Sejumlah warga, khususnya kalangan emak-emak, tampak berbondong-bondong menghampirinya untuk bersalaman, berbincang, hingga mengabadikan momen dengan berfoto bersama.

Saat dimintai tanggapan mengenai kontroversi lagunya, Om Zein lebih dulu menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa kurang nyaman atau tersinggung dengan lirik yang ia tulis.

Baca juga: Rumah Angel Lelga Kemalingan, Pelakunya Ternyata ART Sendiri, Topi Branded hingga Vitamin Hilang

Ia menegaskan tidak pernah memiliki niat untuk menyerang ataupun menggambarkan pihak tertentu melalui lagu tersebut.

"Pertama-tama saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan ini, dan mohon maaf jika kata-kata dalam lagu itu membuat beberapa pihak ada yang tersinggung."

"Saya tidak bermaksud untuk menyinggung siapa pun dan tidak mendeskripsikan siapa pun," kata Binzein kepada Tribunjabar.id di Lapangan Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Kamis (2/7/2026).

Om Zein kemudian menjelaskan bahwa lirik lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat sebenarnya berawal dari sebuah puisi yang ia tulis pada tahun 2020, jauh sebelum dirinya dipercaya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

POLEMIK BUPATI - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, dalam sambutannya pada pelaksanaan Salat Idul Fitri 1446 H, Senin (31/3/2025).
POLEMIK BUPATI - Bupati Purwakarta, Saepul Bahri Binzein, dalam sambutannya pada pelaksanaan Salat Idul Fitri 1446 H, Senin (31/3/2025). (Dok./Diskominfo Purwakarta)

Menurutnya, puisi tersebut lahir dari perjalanan hidup serta perjalanan spiritual yang ia alami ketika masih menjalani kehidupan sebagai seorang pengembara.

"Itu berawal dari sebuah puisi yang saya buat pada tahun 2020. Saat itu dibuat oleh seorang Om Zein yang masih seorang pengembara, bukan oleh Om Zein sebagai bupati, karena tahun 2020 saya belum menjadi bupati," ujarnya.

Om Zein mengatakan setiap orang memiliki kisah hidup, pengalaman cinta, dan perjalanan spiritual yang berbeda-beda.

Hal itu pula yang menjadi inspirasi dalam proses kreatifnya saat menulis puisi yang kemudian diubah menjadi sebuah lagu.

Baca juga: Ruben Onsu Sebar Bukti Pernah Dibuntuti oleh Giorgio Antonio saat Ketemu Anak: Saya Orangtua Kandung

Ia pun mengakui bahwa dirinya pernah melalui fase kehidupan yang menurutnya cukup kelam.

Menurut Om Zein, ada masa ketika dirinya menjadi sosok yang "berandalan" atau nakal.

Pengalaman tersebut, kata dia, menjadi bagian dari perjalanan hidup yang membentuk dirinya hingga akhirnya memilih menempuh jalan yang berbeda.

Melalui penjelasan tersebut, Om Zein berharap masyarakat dapat memahami konteks lahirnya lagu tersebut.

Meski demikian, ia tetap menghormati berbagai kritik dan masukan yang muncul, serta kembali menegaskan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung oleh isi lirik lagunya.

BARAK MILITER - Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein saat menengok siswa yang mengikuti penguatan karakter di Resimen Artileri Medan 1 Sthira Yudha, Batalyon Artileri Medan 9, Purwakarta, Jawa Barat, Sabtu (3/5/2025). (KOMPAS.COM/FARIDA)

"Dulu saya merasa dalam kategori berandalan atau nakal. Saya kemudian merenung dan berpikir, ya Tuhan, untung saya diciptakan menjadi laki-laki. Kalau menjadi perempuan bagaimana jadinya saya. Itulah yang ingin saya ungkapkan. Saat itu saja sebagai laki-laki rambut saya panjang, apalagi kalau menjadi perempuan. Hal-hal itulah yang kemudian tertuang dalam lirik lagu," ucapnya.

Ia juga menyebutkan, puisi tersebut kerap dibacakannya dalam berbagai kesempatan. Hingga pada 2023, seorang seniman datang kepadanya dan meminta izin untuk mengaransemen puisi tersebut menjadi sebuah lagu.

"Puisi itu sering saya bacakan. Tahun 2023, saat saya juga masih belum menjadi bupati, ada seorang seniman datang dan meminta agar puisi itu diaransemen menjadi lagu. Bagi saya tidak ada masalah, akhirnya dibuatlah menjadi lagu," katanya.

Terkait adanya somasi maupun tuntutan agar lagu tersebut ditarik dari peredaran, Binzein mengaku belum mengambil keputusan.

Ia menegaskan akan terlebih dahulu berkonsultasi dengan kuasa hukumnya sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Untuk kata-kata yang dianggap kontroversial saya sudah meminta maaf. Kalau untuk somasi, karena ini kaitannya dengan aspek hukum, saya harus konsultasi dulu dengan lawyer saya. Apakah nanti akan ditakedown atau seperti apa. Karena sampai saat ini juga belum ada pelarangan terhadap lagu itu," ujarnya.

Binzein juga membantah adanya keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam proses pembuatan maupun publikasi video lagu tersebut.

"Engga ada. Video itu juga ditayangkan di akun pribadi, baik TikTok pribadi, Instagram pribadi maupun YouTube pribadi," ucapnya.

Diketahui, lagu Lalaki Langit, Lalanang Bejat belakangan menjadi sorotan publik setelah sejumlah kalangan menilai beberapa liriknya berpotensi melanggengkan stereotip dan merendahkan perempuan bahkan sempat dikritisi oleh Anggota DPR RI, Atalia Praratya.

Di sisi lain, Binzein menegaskan lagu tersebut merupakan karya yang lahir dari refleksi pengalaman pribadinya sebelum menjabat sebagai kepala daerah dan bukan dimaksudkan untuk menyerang kelompok tertentu.

(Tribunnewsmaker.com/TribunJabar.id/Deanza Falevi)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.