Wakili Jambi ke Istana Negara, Fachri dan Rizkia Ungkap Perjalanan Lolos Paskibraka Nasional
Nurlailis July 02, 2026 04:50 PM

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Achmad Fachri dan Rizkia akan mewakili Provinsi Jambi sebagai anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) Nasional 2026 di Istana Negara, Jakarta.

Fachri, siswa SMK Negeri 1 Kota Jambi, dan Rizkia, siswi SMA Negeri 3 Kota Jambi, berhasil melewati seleksi berjenjang mulai dari tingkat kota, provinsi, hingga nasional.

Dalam wawancara bersama Tribun Jambi, keduanya menceritakan awal mula tertarik menjadi Paskibraka, perjalanan mengikuti seleksi, hingga persiapan sebelum berangkat ke Jakarta.

Baca juga: Identitas 2 Pelajar Jambi yang Terpilih Jadi Utusan Paskibraka Nasional 2026

Berikut petikan wawancara Tribun Jambi bersama Achmad Fachri dan Rizkia.

Tribun Jambi: Selamat ya, kalian sudah resmi terpilih menjadi Paskibraka Nasional. Apakah menjadi Paskibraka memang sudah menjadi cita-cita sejak kecil atau baru tertarik belakangan?

Achmad Fachri:
Kalau Paskibraka sudah menjadi cita-cita sejak kecil.

Tribun Jambi: Orang tua anggota TNI atau Polri?

Achmad Fachri:
Bukan.

Tribun Jambi: Pertama kali mengenal Paskibraka dari mana?

Achmad Fachri:
Dari televisi. Waktu melihat Paskibraka di televisi, saya langsung tertarik karena mereka terlihat gagah dan berwibawa.

Tribun Jambi: Sejak umur berapa mulai tertarik?

Achmad Fachri:
Kurang lebih sejak kelas 3 atau kelas 4 SD. Dari situ saya mulai mengikuti gerakan-gerakannya sendiri di rumah.

---

Tribun Jambi: Kalau Rizkia, mulai mengenal Paskibraka sejak kapan?

Rizkia:
Waktu SMP. Saat itu saya masuk ekstrakurikuler Paskibra setelah melihat Paskibraka di televisi.

Tribun Jambi: Berarti sebelumnya sudah sering menjadi petugas upacara di sekolah?

Rizkia:
Kalau Paskibraka belum, tetapi di sekolah saya aktif di ekstrakurikuler Paskibra.

---

Tribun Jambi: Fachri sendiri pernah menjadi petugas upacara di sekolah?

Achmad Fachri:
Pernah. Waktu SMP saya juga pernah menjadi komandan upacara.

---

Tribun Jambi: Tinggi badan kalian sekarang berapa?

Achmad Fachri:
178 sentimeter.

Rizkia:
167 sentimeter.

---

Tribun Jambi: Saat masuk SMA dan SMK, apakah memang menargetkan bisa sampai tingkat nasional?

Achmad Fachri:
Awalnya target saya hanya sampai tingkat kota.

Saya mencoba mengikuti seleksi dengan berpikir positif. Ternyata bisa lolos sampai tingkat provinsi, kemudian Alhamdulillah lolos lagi ke tingkat nasional.

Rizkia:
Saya juga sama. Awalnya hanya mencoba sampai tingkat kota. Ternyata lolos ke provinsi, lalu Alhamdulillah kembali lolos hingga nasional.

---

Tribun Jambi: Kapan rencananya berangkat ke Jakarta?

Achmad Fachri:
Informasi sementara tanggal 15 bulan depan.

---

Tribun Jambi: Bagaimana dengan sekolah?

Achmad Fachri:
Sekolah sudah memberikan dispensasi setelah kami meminta izin kepada kepala sekolah.

---

Tribun Jambi: Berarti nanti akan menjalani karantina di Jakarta?

Achmad Fachri:
Iya, kami akan menjalani karantina di asrama.

Tribun Jambi: Sudah mendapat gambaran seperti apa kegiatannya nanti?

Achmad Fachri:
Katanya latihan akan sangat padat, mulai pagi, siang, sampai malam.

---

Tribun Jambi: Sudah siap?

Rizkia:
Siap.

---

Tribun Jambi: Apa yang dirasakan saat mengetahui lolos ke tingkat nasional?

Achmad Fachri:
Perasaannya campur aduk.

Saat nama saya diumumkan, saya langsung merasa terharu. Sedih, senang, bangga, semuanya bercampur menjadi satu.

---

Tribun Jambi: Dari SMA Negeri 3 Kota Jambi, berapa orang yang mengikuti seleksi?

Rizkia:
Lebih dari 20 orang.

Kemudian sempat tersisa 16 orang, lalu ada seleksi lagi karena syarat usia. Banyak yang gugur karena belum memenuhi batas usia minimal.

---

Tribun Jambi: Jadi dari SMA Negeri 3 hanya Rizkia yang lolos ke tingkat nasional?

Rizkia:
Iya, untuk tingkat pusat hanya saya.

Tribun Jambi: Kalau dari SMK Negeri 1?

Achmad Fachri:
Saya juga sendiri.

Karena setiap provinsi hanya mengirimkan satu putra dan satu putri.

---

Tribun Jambi: Berarti yang mewakili Provinsi Jambi hanya kalian berdua?

Achmad Fachri:
Betul.

---

Tribun Jambi: Bagaimana respons orang tua setelah mengetahui kalian lolos?

Achmad Fachri:
Orang tua tentu bangga. Mereka juga tidak menyangka saya bisa sampai ke tingkat nasional.

---

Tribun Jambi: Kalau Rizkia, bagaimana dukungan orang tua?

Rizkia:
Orang tua mengizinkan. Bahkan kalau nanti sudah bertugas mengibarkan bendera, mereka berencana datang ke Jakarta.

---

Tribun Jambi: Menurut kalian, apa yang membuat bisa lolos sampai tingkat nasional?

Achmad Fachri:
Kalau itu saya kurang tahu juga. Penilaiannya transparan dan dilakukan langsung oleh tim seleksi.

---

Tribun Jambi: Nilai yang paling menonjol saat seleksi apa?

Achmad Fachri:
Kalau saya di Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Rizkia:
Saya juga. Selain itu ada tes psikologi.

---

Tribun Jambi: Seperti apa tes psikologinya?

Rizkia:
Soalnya sangat banyak.

Ada soal cerita yang harus diselesaikan dalam waktu sekitar 20 detik setiap soal. Tes dilakukan secara online menggunakan laptop.

Kalau melewati batas waktu, soal akan otomatis berpindah.

---

Tribun Jambi: Bagaimana respons para pembina setelah kalian lolos?

Achmad Fachri:
Mereka bangga dan memberikan apresiasi.

Baik pembina di sekolah, tingkat kota, maupun provinsi juga ikut memberikan dukungan.

---

Tribun Jambi: Apakah para senior memberikan pesan khusus sebelum berangkat?

Achmad Fachri:
Pesannya sederhana, yaitu mengikuti semua aturan selama menjalani pelatihan di Jakarta.

Jangan membantah dan jalani semua arahan dari pelatih dengan baik.

Tribun Jambi: Bagaimana respons teman-teman di sekolah setelah mengetahui kalian lolos ke tingkat nasional?

Achmad Fachri:
Teman-teman tetap memperlakukan kami seperti biasa. Kami masih bermain dan latihan bersama seperti biasanya.

Kalau soal bangga, tentu mereka ikut bangga dan selalu memberikan dukungan.

---

Tribun Jambi: Menjelang keberangkatan ke Jakarta, persiapan apa yang dilakukan?

Achmad Fachri:
Lebih banyak menjaga fisik. Biasanya sore hari saya jogging dan rutin berolahraga.

Rizkia:
Saya juga sama. Persiapannya lebih fokus menjaga kondisi fisik.

---

Tribun Jambi: Sebelumnya kalian sudah saling mengenal?

Achmad Fachri:
Belum. Kami baru saling mengenal saat seleksi tingkat provinsi.

---

Tribun Jambi: Sudah membayangkan akan mendapat posisi apa saat bertugas nanti?

Rizkia:
Belum, karena pembagian posisi dilakukan setelah menjalani pelatihan di Jakarta.

Kalau harapan pribadi, saya ingin menjadi pembawa baki.

Achmad Fachri:
Kalau saya berharap bisa menjadi pembentang bendera.

---

Tribun Jambi: Apakah ada latihan khusus untuk mengejar posisi tersebut?

Achmad Fachri:
Kalau ingin menjadi pembentang, kami harus terbiasa memegang bendera. Senior juga berpesan agar lebih sering berlatih menggunakan bendera.

Rizkia:
Kalau pembawa baki lebih banyak melatih kekuatan tangan. Latihannya menggunakan balok sebagai pengganti baki agar tangan tetap stabil.

---

Tribun Jambi: Apa pesan khusus yang diberikan para senior kepada kalian?

Achmad Fachri:
Senior berpesan agar lebih akrab dengan bendera dan terus meningkatkan kemampuan Peraturan Baris Berbaris (PBB).

Rizkia:
Kalau dari senior, pesannya jangan cepat puas dengan hasil yang sudah diraih sekarang.

---

Tribun Jambi: Kalau nanti ternyata tidak mendapatkan posisi yang diharapkan, bagaimana?

Achmad Fachri:
Tentu rasa kecewa pasti ada. Tetapi berarti masih ada yang harus kami perbaiki dan masih ada orang yang lebih baik.

Tujuan utama kami adalah mengibarkan bendera Merah Putih, bukan mengejar posisi tertentu. Jadi kalau tidak mendapat posisi yang diharapkan pun tidak masalah.

---

Tribun Jambi: Apa pesan untuk adik-adik yang ingin mengikuti jejak kalian menjadi Paskibraka?

Achmad Fachri:
Kalau ingin mengikuti jejak kami, mulailah berlatih dari sekarang.

Persiapkan diri sejak dini agar ketika mengikuti seleksi tingkat kabupaten, kota, provinsi, hingga nasional tidak merasa kaget.

Selain latihan PBB, pelajari juga wawasan kebangsaan karena itu menjadi salah satu materi penting dalam seleksi.

---

Tribun Jambi: Kalau dari Rizkia?

Rizkia:
Perbanyak belajar wawasan kebangsaan dan latihan PBB sejak sekarang.

Selain itu, jangan lupa melatih fisik karena semuanya akan sangat dibutuhkan saat mengikuti seleksi.

---

Tribun Jambi: Apakah ada syarat tinggi badan untuk menjadi Paskibraka?

Rizkia:
Ada. Untuk perempuan minimal 165 sentimeter.

Achmad Fachri:
Kalau laki-laki minimal 170 sentimeter dan maksimal 180 sentimeter agar postur anggota tetap proporsional saat bertugas.

---

Tribun Jambi: Terakhir, apa pesan yang ingin disampaikan kepada masyarakat Jambi yang telah memberikan dukungan?

Achmad Fachri:
Kami mengucapkan terima kasih atas doa dan dukungannya. Semoga kami bisa memberikan yang terbaik dan mengharumkan nama Provinsi Jambi di tingkat nasional.

Rizkia:
Mohon doa agar kami diberi kesehatan dan kelancaran selama menjalani pelatihan hingga pelaksanaan upacara di Istana Negara. Kami akan berusaha memberikan penampilan terbaik untuk Jambi dan Indonesia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.