TRIBUNJOGJA.COM – Harga bukan lagi satu-satunya pertimbangan masyarakat saat memilih air minum dalam kemasan (AMDK).
Sebuah riset yang dilakukan Diskursus Network & Ecosystem menunjukkan bahwa kualitas air justru menjadi faktor paling dominan dalam menentukan pilihan konsumen.
Riset yang digelar pada Juni 2026 itu melibatkan 1.033 responden yang terdiri atas pemilik toko dan outlet di 10 kota besar, yakni Bali, Balikpapan, Bandung, Jakarta, Makassar, Malang, Medan, Semarang, Solo, dan Surabaya.
Hasil survei memperlihatkan 42,5 persen responden menyebut rasa dan kualitas air sebagai alasan utama konsumen membeli suatu merek AMDK.
Faktor tersebut berada di atas pertimbangan harga yang dipilih 24,8 persen responden, kemudian diikuti ketersediaan stok atau jaringan distribusi serta promosi maupun kekuatan komunikasi merek.
Kepala Riset, Bisnis dan Pengembangan Diskursus Network & Ecosystem, Agustinus Dwianto, mengatakan hasil tersebut menunjukkan bahwa perilaku konsumen dalam memilih air minum sehari-hari semakin mempertimbangkan aspek kualitas produk.
"Berdasarkan hasil survei yang kami lakukan, alasan utama responden memilih merek AMDK paling laris yaitu AQUA adalah rasa dan kualitas air, faktor berikutnya adalah harga terjangkau, disusul ketersediaan stok atau supplier, serta promosi atau iklan yang kuat. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumen dalam menentukan pilihan air minum sehari-hari tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga sangat memperhatikan kualitas, ketersediaan produk, dan kekuatan komunikasi merek," ujar Agustinus dalam keterangan tertulisnya.
Kepercayaan Merek Masih Berperan Besar
Selain kualitas produk, riset juga menemukan bahwa kepercayaan terhadap merek yang telah lama hadir di tengah masyarakat masih menjadi faktor penting dalam keputusan pembelian.
Hal itu tercermin dari jawaban para pemilik outlet di berbagai daerah. Seorang responden di Bali menyebut produk yang paling banyak dicari pelanggan karena "lebih dulu dikenal".
Sementara responden di Medan menilai konsumen memilih merek tersebut karena "sudah dikenal dari lama dibandingkan produk lain".
Temuan serupa juga muncul di Solo. Sejumlah responden menyebut alasan konsumen memilih produk tertentu karena memiliki "sumber air terpercaya, higienis, terlindungi", serta dikenal sebagai merek yang sudah ternama dan terpercaya.
Di Surabaya, beberapa responden menilai kebiasaan konsumen turut memengaruhi keputusan pembelian. Mereka menyebut pelanggan cenderung memilih merek yang sudah lama hadir di pasar dan telah menjadi bagian dari konsumsi sehari-hari.
AQUA Masih Mendominasi Persepsi Penjualan Outlet
Dalam riset tersebut, 589 dari 1.033 responden atau sekitar 57 persen menyebut AQUA sebagai merek air minum dalam kemasan yang paling banyak terjual di outlet mereka.
Diskursus Network menyebut temuan tersebut memperlihatkan empat kecenderungan utama, yakni AQUA masih menjadi merek paling laris secara nasional, unggul di banyak kota, menjadi merek yang paling diminati konsumen, serta tetap menjadi pilihan utama di berbagai wilayah Indonesia.
Dominasi tersebut juga terlihat pada sejumlah kota. Di Bali, sebanyak 98 persen responden menyebut AQUA sebagai produk paling laris. Angka tersebut diikuti Solo 80 persen, Malang 75 persen, Medan 74 persen, Surabaya 66 persen, Makassar 42 persen, dan Balikpapan 41 persen.
Menurut peneliti, capaian tersebut tidak hanya dipengaruhi kualitas produk, tetapi juga jaringan distribusi yang luas sehingga produk mudah dijumpai di berbagai jenis outlet.
Distribusi Luas Perkuat Posisi di Pasar
Sebagai pelopor industri AMDK di Indonesia sejak dekade 1970-an, AQUA dinilai memiliki kedekatan yang kuat dengan konsumen.
Selama lebih dari lima dekade, produk tersebut telah menjadi bagian dari kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan air minum sehari-hari.
Keberadaan produk yang menjangkau berbagai saluran distribusi, mulai dari warung, toko kelontong, kios, minimarket hingga supermarket, turut memperkuat posisinya di pasar.
Dalam survei ini sendiri, 63,4 persen responden berasal dari toko kelontong yang menjadi salah satu kanal penjualan terbesar AMDK di Indonesia.
Meski AQUA masih mendominasi persepsi pedagang sebagai produk yang paling laris, peneliti mencatat persaingan industri AMDK kini semakin kompetitif dengan hadirnya berbagai merek baru.
Karena itu, kualitas produk, kepercayaan konsumen, ketersediaan barang, dan kekuatan merek diperkirakan tetap menjadi faktor penting dalam menentukan pilihan masyarakat.
Perlu dicatat, hasil riset ini merupakan survei persepsi dan observasi pedagang maupun pemilik outlet terhadap merek yang paling laris di tempat usaha mereka, sehingga bukan merupakan audit volume transaksi penjualan secara nasional. (*/rls)