TRIBUNNEWSMAKER.COM, KLATEN – Pemerintah Kabupaten Klaten menargetkan penguatan budaya integritas melalui peluncuran Pariwara Antikorupsi 2026 setelah mencatat peningkatan skor Survei Penilaian Integritas (SPI) dan memperoleh apresiasi dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada penyelenggaraan tahun sebelumnya.
Program tersebut resmi dimulai melalui sosialisasi dan kick off yang disertai penandatanganan komitmen bersama oleh Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo, Forkopimda, pimpinan OPD, serta BUMD se-Kabupaten Klaten, Selasa (30/6/2026).
Inspektur Kabupaten Klaten Agus Suprapto menyebut capaian Pemkab Klaten pada Pariwara Antikorupsi 2025 menunjukkan tren positif. Skor SPI meningkat menjadi 73,97 dari sebelumnya 69,59 pada 2024.
Pemkab Klaten juga berhasil meraih peringkat ketiga terbaik nasional kategori Media On Ground Activation serta sejumlah penghargaan lainnya.
Menurut Agus, pelaksanaan Pariwara Antikorupsi 2026 tidak hanya menyasar aparatur pemerintah, tetapi juga bertujuan membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya integritas.
“Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang penerapan nilai-nilai anti-korupsi dan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Dan menumbuhkan budaya antikorupsi di lingkungan pemerintah lewat berbagai media dan kegiatan kreatif,” katanya.
Sementara itu, Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menegaskan keberhasilan tahun sebelumnya tidak boleh membuat seluruh pihak merasa puas.
Ia meminta seluruh pemangku kepentingan menjaga semangat membangun pemerintahan yang bersih melalui gerakan antikorupsi yang berkelanjutan.
“Saya ucapkan apresiasi kepada semua pihak, atas prestasi yang diraih pada pariwara anti-korupsi di tahun 2025, itu merupakan bentuk komitmen kita bersama hingga mendapatkan apresiasi dari KPK RI," ucap Hamenang.
"Dengan capaian ini, kita tidak boleh berpuas diri, namun harus lebih semangat lagi,” tegasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Hamenang juga mengingatkan agar pelaksanaan Pariwara Antikorupsi tidak berhenti pada seremoni pembukaan.
“Ini merupakan bentuk komitmen bersama kita dalam rangka mewujudkan Klaten yang semakin bebas korupsi."
"Sosialisasi dan kick off Pariwara Anti-korupsi ini, bukan kegiatan seremonial rutin tahunan, namun bagaimana kemudian spirit kita dalam rangka bersama-sama mengampanyekan gerakan anti-korupsi,” imbuhnya.
Berdasarkan dokumentasi kegiatan, acara berlangsung di pendapa dengan dihadiri ratusan peserta dari unsur pemerintah daerah, Forkopimda, dan BUMD. Seluruh peserta turut mengikuti deklarasi komitmen sebagai pembuka rangkaian Pariwara Antikorupsi 2026 di Kabupaten Klaten. (TribunSolo.com, Ibnu Dwi Tamtomo)