Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Polda Lampung mencatat sejumlah capaian di bidang penegakan hukum selama setahun terakhir, termasuk berhasil mengungkap 919 kasus tindak pidana narkotika.
Baca Juga: Breaking News Polda Lampung Tangkap 212 Pelaku C3 Selama Kurun Satu Bulan
Bertepatan dengan peringatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Lampung juga menerima Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti dari Presiden Republik Indonesia sebagai bentuk apresiasi atas pengabdian institusi dalam menjalankan tugas kepolisian.
Capaian tersebut disampaikan Kapolda Lampung Irjen Pol Helfi Assegaf dalam acara syukuran Hari Bhayangkara ke-80 di Gedung Serba Guna (GSG) Presisi Polda Lampung, Rabu (2/7/2026), yang turut dihadiri Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal.
Dalam sambutannya, Helfi mengungkapkan rasa syukur atas penganugerahan Tanda Kehormatan Nugraha Sakanti kepada Polda Lampung.
Menurutnya, penghargaan tersebut merupakan bentuk apresiasi negara atas dedikasi dan pengabdian Polda Lampung dalam menjalankan tugas kepolisian.
"Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan profesionalisme sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat," katanya.
Selain menerima penghargaan, Helfi memaparkan berbagai capaian Polda Lampung selama satu tahun terakhir.
Di bidang penegakan hukum, Polda Lampung berhasil mengungkap 919 kasus tindak pidana narkotika, 596 kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO), 28 kasus penyalahgunaan BBM dan LPG ilegal dengan estimasi kerugian negara lebih dari Rp464 miliar.
Lalu, lima kasus tindak pidana korupsi dengan estimasi kerugian negara lebih dari Rp192 miliar, serta satu kasus penyelundupan benih bening lobster (benur) dengan estimasi kerugian negara mencapai Rp128 miliar.
Di luar penegakan hukum, Polda Lampung juga membangun 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis serta mengoptimalkan lahan tanam jagung seluas 21.944,59 hektare sebagai bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan.
Dalam bidang pelayanan publik, Polda Lampung mengembangkan sejumlah inovasi berbasis digital, seperti aplikasi SIGER Lampung Presisi yang diklaim mampu menurunkan angka kecelakaan lalu lintas hingga 19,4 persen, aplikasi Patroli QR Janji Jaga, serta Program Rembuk Pekon sebagai wadah penyelesaian persoalan keamanan di tengah masyarakat.
Helfi mengatakan usia ke-80 Polri menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang pengabdian institusi kepada bangsa dan negara.
"Delapan dekade bukanlah waktu yang singkat. Angka 80 melambangkan kematangan institusi, rekam jejak pengalaman yang panjang, serta keteguhan komitmen dalam menjaga stabilitas keamanan di tanah air," katanya.
Ia juga mengajak seluruh personel Polda Lampung dan jajaran Polres untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat melalui pelayanan yang humanis, profesional, dan berkeadilan.
"Jangan pernah melukai hati masyarakat. Ingatlah bahwa Polri lahir dari masyarakat, tumbuh bersama masyarakat, dan mengabdi sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat. Jadikan kepercayaan masyarakat sebagai kehormatan yang harus terus dijaga dan ditingkatkan," tegas Helfi.
Pada kesempatan tersebut, Polda Lampung juga menyerahkan tali asih dan santunan asuransi jiwa dari Bank BRI kepada keluarga Bripka Anumerta Arya Supena sebagai bentuk penghormatan atas pengabdian almarhum yang gugur saat menjalankan tugas.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)