TRIBUNPADANG.COM, PADANG - Kelangkaan dan sulitnya mendapatkan BBM Biosolar bagi truk pengangkut mulai berdampak serius terhadap pengiriman komoditas pangan, hingga memicu lonjakan harga cabai merah di Pasar Raya Padang, Kamis (2/7/2026).
Hambatan dalam pengisian bahan bakar solar tersebut menyebabkan distribusi cabai dari daerah penghasil kerap terlambat, sehingga pasokan di pasar berkurang dan mendongkrak harga jual ke kisaran Rp46.000 hingga Rp48.000 per kilogram.
Diketahui bahwa kawasan Pasar Raya Padang berada di Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang.
Pasar Raya Padang berdekatan dengan kantor Polresta Padang. Masyarakat bisa berangkat ke pasar tersebut dengan menaiki angkot dan juga TrasnPadang.
Baca juga: Usut Penyebab Kematian Guru PPPK di Mes Polres Pessel, Keluarga Korban: Ditemukan Luka Lebam
Salah seorang pedagang, Tono, mengatakan distribusi cabai dari daerah penghasil kerap terlambat karena kendaraan pengangkut mengalami kendala di perjalanan.
"Pasokan kurang, truk membawa barang sering terlambat sampai tujuan. Penyebabnya, BBM solar susah, dan truk sering berhenti di tengah jalan," ujarnya, Kamis (2/7/2026).
Menurutnya, keterlambatan distribusi membuat pasokan cabai yang masuk ke pasar menurun sehingga harga ikut mengalami kenaikan.
Cabai merah yang berasal dari daerah "darek" di Sumatera Barat, seperti Bukittinggi dan Solok, saat ini dijual Rp46.000 per kilogram.
Sementara cabai merah dari Pulau Jawa dijual Rp48.000 per kilogram. Perbedaan harga dipengaruhi ukuran cabai dan ongkos kirim.
Baca juga: Update Revitalisasi Pasar Raya Padang: Lapak Sementara Minim Fasilitas, tapi Penjualan Meningkat
"Kalau untuk cabai merah dari daerah 'darek' seperti Bukittinggi, Solok dan lain sebagainya Rp46.000 sekilo. Untuk cabai dari Pulau Jawa Rp48.000," katanya.
Tono menjelaskan, dibandingkan akhir Juni 2026, harga cabai merah dari Pulau Jawa sebelumnya berada di angka Rp46.000 per kilogram, sedangkan cabai dari Sumbar dijual Rp44.000 per kilogram.
"Masing-masing naik sekitar Rp2.000 per awal Juli 2026 ini," ucapnya.
Hal senada disampaikan pedagang lainnya, Sherly. Ia mengatakan harga cabai merah dalam beberapa hari terakhir naik menjadi Rp48.000 per kilogram, dari sebelumnya berkisar Rp45.000 hingga Rp46.000 per kilogram.
"Naik sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000 per kilogram, karena stok masuk mulai sedikit. Harga cabai ini kan bisa naik, bisa turun, kebetulan untuk hari ini memang naik," katanya.
Baca juga: Dubalang Kelurahan di Padang Selatan Ditangkap Usai Curi 93 Kg Cengkeh, Diduga Sudah 4 Kali Beraksi
Tak hanya cabai merah, harga bawang merah dan bawang putih juga merangkak naik pada awal Juli 2026 di Pasar Raya Padang.
Sejumlah pedagang yang ditemui TribunPadang.com di lokasi, harga bawang merah mencapai Rp35.000 per kilogram.
Sedangkan untuk bawang putih, rata-rata pedagang menjual kepada pembeli Rp40.000 sekilo.
Pedagang, Sherly mengaku harga bawang merah dan bawang putih melonjak naik pada Kamis (2/7/2026) atau awal bulan Juli.
"Untuk hari ini, harga bawang merah Rp35.000 dan bawang putih Rp40.000 sekilo," kata dia memberikan keterangan.
Sementara itu, penjualan bawang merah dan bawang putih pada akhir Juni 2026 masih di bawah harga saat ini.
Untuk bawang merah kata Sherly, dijual dengan harga Rp33.000 per kilogram. Sedangkan bawang merah Rp38.000 sekilo.
Baca juga: Sudah 6 Bulan Amblas, SDN 10 Lambung Bukit Padang Masih Simpan Retakan hingga Depan Gedung
"Selisih harga penjualan mencapai Rp2.000 untuk awal Juli 2026 ini. Namun pembeli tetap ada," sebutnya.
Kata dia, penyebab harga bawang merah dan bawang putih melonjak naik juga dikarenakan kesulitan pengendara truk mencari BBM Biosolar.
Sehingga sering terjadi keterlambatan pendistribusian barang ke Pasar Raya Padang.
"Karena solar susah saat ini, banyak truk pengangkut barang lambat sampainya ke Pasar Raya Padang," tutupnya.(*)