Tribunlampung.co.id, Bandung - Siasat terstruktur yang dirancang oleh Dadang Ahyar Ismail (53) untuk menyembunyikan buronan kelas kakap, Taufik Hidayat (30), akhirnya terbongkar.
Baca juga: Kecewanya Mang Jabrig, Dadang Cari Panggung Sendiri di Kasus Taufik Hidayat
Dadang yang merupakan mantan bos Taufik, diduga kuat sengaja menyusun skenario licik dengan mencoba "ngakali" serta memanfaatkan keluguan Rahmat Hidayat (55) alias Mang Jabrig untuk menampung pelaku penyekapan sadis tersebut selama dua hari di kawasan Pacet.
Namun, skenario penyelamatan berkedok "menitip orang" itu berantakan total. Mang Jabrig yang merasa dijebak dan tidak dihargai, kini memilih membongkar habis-habisan seluruh draf obrolan serta siasat busuk Dadang, yang seolah-olah ingin menjadi pahlawan tunggal dalam penangkapan Taufik.
"Waktu sebelum penangkapan, Pak Dadang itu menelepon saya tapi tidak keangkat. Terus dia kirim pesan WA, nanya: 'Mang Jabrig ada di rumah enggak? Ada perlu, nitip orang dua hari,'" ungkap Rahmat Hidayat menirukan siasat awal Dadang saat diwawancarai, Kamis (2/7/2026), dilansir TribunJabar.id.
Mang Jabrig mengisahkan, peristiwa itu bermula pada Selasa (23/6/2026) pagi. Karena mengira hanya titipan biasa dari seorang kenalan, Mang Jabrig langsung mempersilakan mereka datang ke rumahnya yang terletak di Kampung Cikatul, Desa Mekarsari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung.
Tak berselang lama, Dadang datang memboyong dua orang, yakni Ujeir dan Taufik Hidayat. Siasat Dadang menyembunyikan identitas pelaku pun terlihat sangat rapi, di mana Taufik sengaja dipakaikan masker dan penutup muka yang sangat rapat agar tidak memancing kecurigaan warga sekitar.
"Dia bilang ke saya, titip dulu di sini. Begitu penutup mukanya dibuka, saya kaget bukan main. Ya saya langsung tahu dia itu Taufik, buronan yang wajahnya lagi viral di TikTok karena menyekap pacarnya sampai cacat," papar Mang Jabrig dengan nada geram.
Melihat ruang tamunya mendadak dimasuki buronan kepolisian, nyali Mang Jabrig tidak ciut. Alih-alih mengikuti permainan Dadang untuk menyembunyikan Taufik selama dua hari, Mang Jabrig langsung mengambil kendali situasi dan membalikkan keadaan.
Mengetahui Taufik dalam kondisi mental tidak stabil, bahkan sempat berniat bunuh diri atau kabur menyeberang ke Pulau Sumatera, Mang Jabrig melayangkan gertakan taktis demi merusak mental sang buronan.
"Saya rayu dia, saya bilang: daripada kamu kabur-kabur terus, nanti malah dibolongin (ditembak mati) polisi. Dia ketakutan mendengarnya. Akhirnya Taufik urung kabur dan malah menangis meminta diantar menyerahkan diri melalui Kang Dedi Mulyadi (KDM), Gubernur Jawa Barat," jelasnya.
Awalnya, Dadang sempat menolak skema membawa Taufik ke hadapan KDM dan bersikeras mempertahankan siasat awalnya untuk menyembunyikan pelaku di rumah tersebut.
Namun, Mang Jabrig tetap bersikeras hingga akhirnya menyewa taksi online tetangganya. Skenario pelarian dua hari itu pun karam di hari yang sama setelah polisi bergerak cepat membekuk Taufik di kawasan Ciparay.
Langkah Mang Jabrig membongkar borok ini ke draf publik dipicu oleh rasa sakit hatinya terhadap tabiat Dadang pasca-penangkapan.
Dadang dinilai sengaja memutarbalikkan fakta di media seolah-olah dirinya adalah sosok utama yang melaporkan dan menyerahkan Taufik ke polisi.
Padahal, dari kronologis awal, Dadang murni berniat menyembunyikan dan mengisolasi Taufik di rumah Mang Jabrig guna menghindari kejaran aparat.
"Waktu tahu itu Taufik, saya sebenarnya masih menghargai Pak Dadang. Saya ini juga dekat dengan Pak Hendi (anggota polisi). Tapi pada akhirnya, Dadang tidak menghargai saya."
"Seolah-olah dia yang punya panggung, seolah dia yang punya lakon sebagai penyelamat. Makanya, skema asli ini mau saya jelaskan langsung secara gamblang ke Kang Dedi Mulyadi," pungkas Mang Jabrig.