BOLASPORT.COM - Pelatih Timnas Amerika Serikat, Mauricio Pochettino, mengkritik wasit soal kartu merah Folarin Balogun dan membandingkannya dengan Lionel Messi.
Pengusiran striker AS Monaco itu mewarnai kelolosan tim tuan rumah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026.
Timnas Amerika Serikat mencaplok tiket perdelapan final dengan mengalahkan Bosnia-Herzegovina di Levi's Stadium, Santa Clara, Kamis (2/7/2026) pagi WIB.
Folarin Balogun menyumbang gol pertama bagi AS di babak pertama sebelum digandakan Malik Tillman mendekati bubaran.
Namun, sumbangsih Balogun dinodai kartu merah yang diterimanya pada menit ke-64.
Ia diusir setelah menginjak kaki bek Bosnia-Herzegovina yang juga tandem kapten Timnas Indonesia Jay Idzes di lini belakang Sassuolo, Tarik Muharemovic.
Mauricio Pochettino menyesali keputusan wasit Raphael Claus asal Brasil.
Pasalnya, AS harus kehilangan pemain tersuburnya di Piala Dunia 2026 dengan koleksi tiga gol itu saat bertemu Belgia di babak 16 besar.
"Bagi saya, pelanggaran itu sama sekali bukan kartu merah," kata Pochettino, dikutip BolaSport.com dari ESPN.
Mantan pelatih PSG dan Tottenham menganggap Balogun tak memilki intensi untuk melanggar Muharemovic walaupun pergelangan kakinya tampak tertekuk ke dalam.
"Tidak pernah ada niat untuk menginjak pemain itu," lanjut Pochettino.
"Jika niatnya memang untuk melukai lawan, oke, saya mengerti."
"Tapi hal itu tindakan biasa dalam sepak bola saat berebut bola dan kaki Anda mendarat, bukan?" ucap pria Argentina tersebut.
Gelandang Timnas AS, Weston McKennie, ikut bersuara membela rekannya.
"Menurut saya, pada tahap turnamen ini, di mana kehadiran setiap pemain sangat penting, saya rasa ini agak tidak masuk akal," kata pemain Juventus.
Tak terhindarkan lagi, injakan kaki Folarin Balogun dikomparasikan dengan insiden serupa yang dilakukan Lionel Messi.
Bedanya, sang megabintang Argentina selamat dari kartu merah setelah menginjak pemain Aljazair, Aissa Mandi, pada duel pembuka Grup J.
Tidak Adil
Jangankan merah, selembar kartu kuning pun tidak diberikan wasit kepada Messi, yang akhirnya menyudahi laga tersebut dengan ukiran hattrick.
Legenda Barcelona itu dianggap tak sengaja menginjak betis lawan melihat gesturnya yang sempat mengangkat kaki kembali selepas Mandi kehilangan keseimbangan.
Di mata Pochettino, tindakan Messi juga tidak layak diganjar kartu merah.
Namun, dia mengeluhkan kenapa perlakuan serupa tidak konsisten diperoleh anak asuhnya.
"Bagi saya, keduanya bukan pelanggaran yang layak mendapat kartu merah," kata Pochettino lagi.
"Setelah melihatnya dari televisi, terlihat dia (Balogun) tak pernah bermaksud menginjak kaki pemain lawan."
"Hal ini hanya kejadian normal dalam sepak bola yang muncul secara tidak sengaja," tambahnya.
McKennie juga menyoroti ketidakadilan yang dirasakan skuadnya jika dibandingkan dengan contoh insiden Lionel Messi.
"Menurut saya, ada banyak aksi serupa sepanjang turnamen ini yang dilakukan terhadap pemain lain, tapi sama sekali tidak diberi kartu," tambahnya.
"Jadi hal ini mengecewakan dan saya tidak tahu prosedur bagaimana mereka (wasit) sampai pada kesimpulan itu."
"Tapi, ya, dari apa yang dikatakan rekan-rekan setim, saya rasa itu bukan pelanggaran yang layak mendapat kartu merah," imbuh McKennie.
Mantan pemain Timnas Amerika Serikat yang kini menjadi analis pertandingan, Jermaine Jones, turut membahas perbandingan perlakuan untuk Balogun dan Messi.
"Bagi saya, itu bukan kartu merah. Balogun bahkan tidak melihatnya," tegas anggota skuad AS di Piala Dunia 2014.
"Kalau Anda memberi kartu merah untuk pelanggaran ini, kenapa Messi tidak mendapat kartu merah juga?" tanya Jones, dikutip dari Voetbal International.