TRIBUNMANADO.CO.ID,BOLMONG - Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong), Sulawesi Utara (Sulut), melalui Dinas kesehatan (Dinkes) menyelidiki penyebab ratusan warga Lolak yang mengalami diare, Kamis (02/07/2026).
Dinkes menurunkan tim untuk mengecek air dan juga makanan siap saji yang ada di seputaran ibu kota Bolmong Lolak.
Awal Juli 2026, jumlah kasus tercatat mencapai 192 orang dan menyebar di beberapa desa, yaitu Desa Lolak, Mongkoinit, Motabang dan Labuang Uki.
Baca juga: Dinkes Bolmong Sulut Temukan 12 Kasus HIV dan Raja Singa, Mayoritas Penderita Masih Usia Produktif
Menyikapi hal tersebut, Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, mengintruksikan kepada instansi terkait untuk segera melakukan upaya pencegahan dengan menangani pasien secara intensif untuk mengantisipasi resiko terburuk.
Senada, Kepala Dikes Bolmong, I Ketut Kolak mengatakan bahwa pihaknya telah bergerak cepat dengan memberikan pelayanan medis sesuai prosedur.
Ada beberapa pasien masih menjalani perawatan intensif, lainya sudah diperbolehkan pulang setelah kondisi mereka membaik.
“Dari total 192 kasus, seluruh pasien sudah mendapatkan penanganan medis. Saat ini, 14 orang masih dirawat di RSUD Lolak dan 4 orang dirawat di Puskesmas Lolak. Syukur, hingga kini tidak ada korban jiwa,” kata Kolak.
Menurut Kolak, Dinkes Bolmong tidak hanya fokus pada penanganan pasien, tetapi juga melakukan langkah investigasi untuk menelusuri sumber penyebab meningkatnya kasus diare di wilayah tersebut.
Tim kesehatan telah diterjunkan ke lapangan untuk melakukan pemeriksaan sekaligus pengambilan sampel dari sejumlah sumber yang diduga berkaitan dengan penyebaran penyakit.
Sejumlah langkah telah dilakukan Dinkes Bolmong.
Pertama, berkoordinasi dengan pihak kecamatan, pemerintah desa, serta para sangadi guna memperkuat edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat.
Edukasi ini dinilai penting untuk menekan risiko penularan dan mencegah bertambahnya kasus baru.
Kedua, tim laboratorium kesehatan masyarakat telah melakukan pemeriksaan terhadap sampel air bersih dan air minum isi ulang yang dikonsumsi warga.
Namun, dari hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan faktor dominan yang secara signifikan menjadi penyebab merebaknya kasus diare.
Ketiga, Dinkes Bolmong juga mulai melakukan pengambilan sampel makanan siap saji dan jajanan yang dijual di kawasan kompleks pertokoan Lolak.
Sampel tersebut selanjutnya akan diperiksa di laboratorium kesehatan masyarakat untuk memastikan ada atau tidaknya kontaminasi yang berpotensi memicu gangguan pencernaan pada warga.
Selain investigasi, Dinkes juga mengerahkan tim medis untuk memastikan seluruh pasien, baik yang menjalani rawat inap maupun rawat jalan, mendapatkan pelayanan kesehatan secara maksimal sesuai standar operasional prosedur yang berlaku.
Kolak menegaskan, pihaknya masih terus memantau perkembangan kasus sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium lanjutan.
Hasil tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan sumber utama penyebab lonjakan kasus diare di Kecamatan Lolak.
"Kami mengimbau masyarakat, khususnya warga Kecamatan Lolak, agar lebih memperhatikan kebersihan lingkungan, memastikan makanan dan minuman yang dikonsumsi dalam kondisi higienis, serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan terdekat apabila mengalami gejala diare," ucapnya.
Langkah cepat yang dilakukan Dinkes Bolmong diharapkan dapat menekan laju penyebaran kasus, sekaligus memastikan kondisi kesehatan masyarakat di Kecamatan Lolak tetap terkendali.