Penggerebekan Bandar Sabu di Kalteng, 1 Polisi Gugur, 2 Personel Hilang
mahyuddin July 02, 2026 08:29 PM

TRIBUNPALU.COM - Kepolisian Resor (Polres) Katingan mengerahkan seluruh kekuatan personel gabungan dengan dukungan penuh dari Polda Kalimantan Tengah (Kalteng) untuk mencari dua anggota Satresnarkoba yang hilang misterius pascabentrokan berdarah di Desa Tumbang Kelemei, Kecamatan Katingan Tengah.

Insiden mencekam yang terjadi pada Kamis (2/7/2026) sekitar pukul 02.00 WIB itu bermula saat petugas melakukan operasi penegakan hukum terhadap dua terduga Bandar Sabu berinisial BI dan BU.

Namun, penggerebekan berujung bentrok setelah pihak keluarga pelaku diduga memprovokasi warga sekitar untuk melakukan perlawanan.

Akibat bentrokan tersebut, Aipda Yudhi Perdana Putra, personel Satresnarkoba Polres Katingan, gugur di tempat setelah mengalami luka serius akibat senjata tajam.

Sementara seorang warga sipil berinisial TE (40), yang merupakan keluarga target operasi, tewas tertembak saat situasi chaos berlangsung.

Baca juga: Anggota Komisi III DPR: Pergantian Kapolda dan Kajati Sulteng Jangan Bikin Penanganan Kasus Mandek

Di tengah kekacauan itu, dua target utama, BI dan BU, berhasil meloloskan diri.

Hingga saat ini, fokus utama kepolisian tertuju pada keselamatan dua personel Satresnarkoba yang belum diketahui keberadaannya pasca-insiden.

Keduanya adalah Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri.

Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono menegaskan, seluruh armada dan personel di lapangan kini difokuskan untuk menyisir wilayah sekitar demi menemukan kedua anggotanya tersebut.

"Benar, saat ini fokus utama dan seluruh kekuatan personel gabungan dari Polres Katingan dikerahkan secara maksimal di lapangan untuk mencari dua anggota Satresnarkoba yang statusnya masih belum ditemukan," tegas AKBP Dodik Hartono dikutip dari TribunKalteng.com, Kamis (2/7/2026).

Mengingat tingkat kerawanan dan luasnya medan penyisiran, Polres Katingan meminta penebalan pasukan dari markas komando Polda Kalteng.

"Kami juga sedang menunggu kedatangan bantuan personel tambahan dari Satbrimob Polda Kalimantan Tengah dan Ditreskrimum Polda Kalteng untuk mengamankan TKP, melakukan penyisiran, sekaligus mem-back up penuh pencarian anggota kami," ucap Kapolres.

Baca juga: Curi 189 Tabung Gas Elpiji 3 Kg, 5 Pria di Banggai Dicokok Polisi

Situasi di Desa Tumbang Kelemei dalam pengamanan ketat, lokasi bentrok dipasangi garis polisi. 

Pasukan Brimob dan tim Ditreskrimum Polda Kalteng yang tiba di lokasi akan langsung dibagi untuk dua tugas utama, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) guna penyelidikan bentrokan, serta memperluas radius pencarian dua polisi yang hilang. 

Warga Pakai Senjata Api Rakitan

Personel Polri yang terlibat dalam operasi penggerebekan terbagi menjadi dua tim.

Tim I sebanyak 9 orang dipimpin Kasat Resnarkoba.

Mereka terdiri dari Kasat Resnarkoba Polres Katingan kemudian Aipda Yudhie, Briptu Dedi, Bripda Ferdy, Aiptu Sumariyanto, Bripda Nopandri, Bripka Jhon, Briptu Kristian, Bripda Eko.

Mereka pun mendatangi rumah target, sedangkan tim 2 bersiaga di SMPN sebanyak 3 orang.

Satu tersangka berinisial BI dibekuk Aipda Yudhie dari tim 1.

Kala itu, seorang pria dari arah dapur membawa sebilah senjata tajam dan melayangkannya ke arah Briptu Dedi. 

Briptu Dedi berhasil menangkap tangan pria itu dibantu Bripda Ferdy.

Tak selesai di situ, dua orang laki-laki muncul dari arah kamar dan membawa sebilah sajam lalu mengayunkannya ke arah Kasat Resnarkoba Polres Katingan.

Melihat hal tersebut, petugas lainnya melepaskan tembakan peringatan.

Tembakan peringatan tak diindahkan kedua pria itu dan terus memberikan perlawanan.

Polisi pun melepaskan tembakan terarah hingga kedua pria tergeletak di depan pintu. 

Baca juga: Jawab Somasi Irwan Lapatta, Kuasa Hukum Rizal Intjenae Tegaskan Tak Ada Niat Mencemarkan Nama Baik

Mengetahui hal tersebut keluarga korban histeris.

Keluarga dan tetangga yang mendengar teriakan itu kemudian berbondong-bondong keluar rumah dengan senjata tajam dan senjata api rakitan di tangan. 

Anggota Satresnarkoba pun mengamankan diri dari amukan masa.

Tim 1 sempat bersembunyi dan mengamankan diri ke sebuah pulau kecil di tengah sungai.

Pihak keluarga tersangka dan sejumlah warga tak berhenti melepaskan tembakan ke arah personel.

Saat bersembunyi, dua anggota di tim 1 meminta tim 2 untuk melapor ke Polsek. 

Tim 2 bergerak menuju Polsek Katingan Tengah menggunakan kendaraan roda empat.

Tim 2 saat itu sempat dikejar mobil SRV silver.

Lalu, tim 2 kembali diadang beberapa orang yang membawa senjata api rakitan, balok besar, dan sajam. 

Tim 2 berhasil melarikan diri dan sampai di Polsek Katingan Tengah dengan selamat.

Sementara tim 1 yang semakin terdesak, mencoba melarikan diri dari pulau dengan berenang.

Hanya saja, Aiptu Sumariyanto, Aipda Yudhie, dan Bripda Nopandri yang kelelahan tak bisa berenang lebih jauh.

Ketiganya kembali ke pinggir sungai yang pada saat itu dijaga warga. 

Baca juga: OJK Bersama BI dan DJPb Gelar Forum Jurnalist Update TW II, Bahas Stabilitas Keuangan Sulteng

Sementara rekan lainnya Bripka Jhon, Briptu Dedi, Briptu Kristian, Bripda Ferdy, Bripda Eko berhasil melarikan diri dengan cara berenang dan bersembunyi di hutan. 

Sampai saat ini anggota Satresnarkoba Polres Katingan yang berhasil dievakuasi oleh Polres Katingan dan Polsek Katingan Tengah sebanyak 9 orang, sedangkan 1 orang atas nama Aipda Yudhie ditemukan dalam keadaan meninggal dunia di sebuah lanting. 

Sementara itu, 2 anggota atas nama Aiptu Sumariyanto dan Bripda Nopandri belum diketahui keberadaannya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.