Menpora Sebut Indonesia Masih Berjuang Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup, Tunggu Keputusan FIFA
Hasiolan Eko P Gultom July 02, 2026 08:57 PM

Menpora: Indonesia Masih Berjuang Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup, Tunggu Keputusan FIFA

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Abdul Majid

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) yang juga Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), Erick Thohir, mengungkapkan Indonesia masih menunggu keputusan FIFA terkait penunjukan tuan rumah FIFA ASEAN Cup.

Menurut Erick, saat ini proses seleksi masih berlangsung karena Indonesia harus bersaing dengan sejumlah negara lain yang juga mengajukan diri sebagai penyelenggara turnamen tersebut.

“Mengenai FIFA ASEAN Cup, kami masih menunggu keputusan dari FIFA. Kita tahu sekarang ada event besar yaitu Piala Dunia 2026. Memang ada beberapa negara yang mengajukan (sebagai tuan rumah),” kata Erick Thohir di Bakom RI, Jakarta, Kamis (2/7/2026).

“Jadi, kita juga berkompetisi dengan beberapa negara. Kami masih menunggu. Kalau memang nanti kita menang jadi tuan rumah ini luar biasa,” sambungnya.

Erick menjelaskan, FIFA memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

Mulai dari biaya akomodasi tim peserta, transportasi udara, hingga hadiah bagi para juara akan ditanggung langsung oleh FIFA.

“Ini event pertama FIFA secara resmi masuk ke regional. FIFA juga dalam FIFA ASEAN Cup ini mereka juga mengeluarkan dana yang besar karena para tim yang hadir itu nanti hotelnya, pesawat terbang, dan uang juaranya semua dari mereka,”

“Jadi, banyak negara yang berebutan karena dana yang dikeluarkan negara tidak besar. Ini sebagai momen bagi FIFA meningkatkan performa negara-negara Asia,” terangnya.

Kehadiran FIFA ASEAN Cup merupakan bagian dari upaya FIFA meningkatkan kualitas sepak bola di kawasan Asia Tenggara yang dinilai masih tertinggal dibandingkan kawasan lain.

“Seperti yang kita ketahui negara Asia bergejolak semua dan kualitasnya masih kalah dengan Eropa dan Afrika. Jadi, mengapa FIFA ingin terus meningkatkan kualitas kompetisi di Asia Tenggara dan Asia,” terang Erick.

“Sebelumnya, FIFA juga mengenalkan FIFA Arab Cup yang di mana ada negara-negara dari Timur Tengah bertanding dengan Afrika. Khususnya ASEAN, saya tidak tahu nanti seperti apa yang akan diundang. Tapi, ini demi meningkatkan kualitas. Jadi, kita sabar, kami masih berjuang untuk meyakinkan. Karena memang kalau sudah ada nama FIFA semuanya mau karena mahalnya,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Erick mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto telah menyatakan dukungan penuh apabila Indonesia resmi ditunjuk sebagai tuan rumah.

Menurutnya, dukungan pemerintah akan melibatkan berbagai kementerian sebagaimana saat Indonesia menjadi penyelenggara Piala Dunia U-17 FIFA 2023.

“Bapak Presiden kemarin ketika pertemuan di Hambalang, beliau menyampaikan, 'Kami Pemerintah akan mendukung penuh. Saya akan tanda tangan suratnya kalau memang sudah ada negosiasi yang hampir pasti,” ucap Erick.

“Tentu ketika event FIFA ASEAN Cup ini sama seperti kejuaraan dunia yang waktu itu kita menjadi tuan rumah U-17. Artinya semua kementerian yang terkait harus mendukung seperti Kementerian Kesehatan mengenai kesehatan. Lalu ada Kementerian Keuangan mengenai pajak,”

“Karena FIFA mengirim barang, barangnya dikeluarkan lagi, bukan berarti dia jual barang ke sini seperti alat-alat pertandingan dan lain-lain. Ini tentu nanti kalau sudah pasti, pasti semua menteri akan terkait baik keamanan, kesehatan, pajak, dan lain-lain,” paparnya.

Mengenai lokasi pertandingan, hingga kini belum ada keputusan final.

Namun, apabila turnamen diikuti delapan negara, maka Jakarta berpeluang besar menjadi salah satu kota penyelenggara dengan Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai venue utama.

“Kita belum menentukan, tapi yang pasti September dan Oktober. Kalau jumlah timnya delapan, itu saya rasa Jakarta menjadi salah satu prioritasnya, di Gelora Bung Karno,” pungkas Erick.

.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.