TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - PT Pertamina (Persero) menurunkan harga sejumlah Bahan Bakar Minyak (BBM) nonsubsidi mulai 1 Juli 2026. BBM yang harganya diturunkan adalah Pertamax Turbo, Pertamina Dex, Dexlite, serta Avtur Domestik.
Adapun harga Pertamax Turbo turun dari Rp20.750,00 jadi Rp19.300,00 per liter. Berikutnya Pertamina Dex dari Rp24.800,00 jadi Rp21.150,00 per liter; Dexlite dari Rp23.000,00 menjadi Rp19.700,00 per liter; dan Avtur Domestik dari Rp22.190,00 per liter jadi Rp19.190,00 per liter.
Sejumlah kendaraan dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo diwajibkan memakai BBM nonsubsidi. Beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengajukan usulan tambahan anggaran operasional karena kenaikan BBM nonsubsidi pada Mei lalu.
Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) Kulon Progo, Yuniar Wibowo menyatakan pihaknya tetap mengajukan usulan tambahan anggaran operasional. Sebab ada berbagai pertimbangan.
"Kami mengusulkan tambahan anggaran untuk BBM bus sekolah dan truk crane PJU (Penerangan Jalan Umum)," kata Yuniar dihubungi pada Kamis (02/07/2026).
Bus sekolah dan truk crane PJU memakai Dexlite sebagai sumber BBM. Meski keduanya untuk layanan umum, secara ketentuan kendaraan tersebut tidak boleh menggunakan BBM bersubsidi.
Menurut Yuniar, usulan tambahan anggaran diajukan tak hanya karena harga BBM nonsubsidi naik, tapi juga karena persediaan anggaran. Sebab anggaran yang tersedia hanya cukup sampai Agustus awal.
"Apalagi bus sekolah dan truk crane merupakan layanan dari Pemkab untuk anak sekolah serta masyarakat, dan itu wajib dilaksanakan," ujarnya.
Yuniar mengatakan usulan tambahan anggaran diajukan melalui Sekretaris Daerah Kulon Progo sebagai Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD). Usulan disebut sudah disetujui dengan mekanisme pergeseran APBD.
Selain Dishub Kulon Progo, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kulon Progo juga mengusulkan penyesuaian untuk harga air bersih dari PDAM Tirta Binangun. Sebab air bersih dari PDAM digunakan untuk program distribusi (dropping) air bersih saat musim kemarau.
Kepala Bidang Kedaruratan, Logistik, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, BPBD Kulon Progo, Eko Susanto mengatakan pihaknya tetap mengusulkan penyesuaian harga air bersih. Alasannya karena perbedaan acuan harga BBM nonsubsidi di APBD.
"Sebab di APBD murni masih memakai acuan harga BBM nonsubsidi di kisaran Rp 13 ribu, sedangkan harga saat ini di kisaran Rp 19 ribu sampai Rp 21 ribu," jelas Eko.
Harga air bersih PDAM Tirta Binangun saat ini dipatok sebesar Rp 350 ribu per tangki ukuran 5 ribu liter, berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati. BPBD Kulon Progo mengusulkan penyesuaian sebesar Rp 150 ribu sehingga harganya menjadi Rp 500 ribu.
Eko mengatakan BPBD Kulon Progo saat ini memiliki 2 truk tangki yang biasa digunakan untuk distribusi air bersih. Keduanya wajib menggunakan BBM nonsubsidi jenis Dexlite.
"Saat ini usulannya masih berproses di Pemkab Kulon Progo," ungkapnya.(alx)