TRIBUNBANTEN.COM, TANGERANG - Kebakaran yang melanda Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, hingga kini belum berhasil dipadamkan sepenuhnya.
Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) menilai proses pemadaman membutuhkan metode khusus karena karakteristik api berasal dari dalam timbunan sampah.
Tim Riset Walhi, Wahyu Eka Styawan, mengatakan penyemprotan air saja tidak cukup untuk menghentikan kobaran api di TPA.
Menurutnya, salah satu metode yang lebih efektif adalah menutup titik api menggunakan timbunan tanah atau memanfaatkan teknologi khusus untuk pemadaman kebakaran di lokasi pembuangan sampah.
Baca juga: TPA Jatiwaringin Terbakar, Pengangkutan Sampah di Sejumlah Wilayah Tangerang Tersendat
"Ini bisa menggunakan metode tumpukan tanah untuk memadamkannya ataupun menggunakan teknologi yang memang bisa untuk memadamkan api," kata Tim Riset Walhi, Wahyu Eka Styawan dikutip dari tayangan Kompas Tv, Kamis (2/7/2026).
Wahyu mengatakan karakteristik kebakaran di TPA berbeda dengan kebakaran pada umumnya.
Api membakar material di bagian bawah timbunan sampah sehingga membutuhkan metode penanganan khusus.
"Terutama yang dihasilkan oleh gas yang bisa memicu panas," kata Wahyu.
Kebakaran di TPA memiliki karakteristik yang mirip dengan kebakaran sekam, yakni api berada di bawah permukaan timbunan sampah.
Karena itu, penyemprotan air saja dinilai tidak cukup untuk menghentikan kobaran api.
Penanganan juga perlu dilakukan dengan menutup celah-celah kobaran api agar suplai oksigen terhenti sekaligus mencegah sebaran gas metana meluas dan terus memicu panas.
"Dibutuhkan pendekatan lain, seperti menutup celah kobarannya dengan menutup akses infiltrasi dari oksigennya hingga menutup bagaimana kobaran ataupun sebaran dari metana ini juga tidak meluas," ujarnya.
Wahyu mengatakan metode tersebut hampir serupa dengan penanganan kebakaran lahan gambut yang memerlukan perlakuan khusus karena api membakar material di bawah permukaan.
"Metodenya ini hampir sama kalau kita bicara, kalau pernah melihatnya di kebakaran di gambut. Memang harus ada penanganan khusus dan ini memang harus menjadi pengetahuan untuk kebencanaan kita, bahwasannya memang ada pilihan-pilihan yang harus dipilih," tutur Wahyu.
Sebelumnya, kebakaran melanda TPA Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, sejak Selasa (30/6/2026) siang.
Hingga Kamis, api masih membakar timbunan sampah dan telah menghanguskan sekitar 15 hektare area.
Proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, mulai dari tingginya gunungan sampah, tebalnya asap yang membatasi jarak pandang, hingga embusan angin yang membuat api terus merambat ke titik lain.
Kondisi tersebut membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mengendalikan kobaran api agar tidak meluas ke area timbunan sampah lainnya.
Karena karakteristik kebakaran berasal dari dalam tumpukan sampah, proses pemadaman diperkirakan membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan kebakaran di permukaan.