Bandarlampung (ANTARA) - Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ahmad Munawir mengatakan bahwa saat ini telah banyak perusahaan dalam negeri yang berkontribusi dalam pelaksanaan konservasi satwa liar dan pelestarian alam di Indonesia.

"Di Indonesia sudah banyak perusahaan dalam negeri yang terlibat serta berkontribusi dalam konservasi dan akan semakin ditingkatkan ke depan, sebab Presiden mendukung melalui berbagai kebijakan," ujar Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Ahmad Munawir di Bandarlampung, Kamis.

Ia mengatakan ada salah satu perusahaan dalam negeri yang telah berkomitmen secara rutin dalam mendukung konservasi elang Jawa dan macan tutul Jawa.

"Presiden melalui Keputusan Presiden berupaya menjaga alam kita tentunya dengan keterlibatan sektor swasta, oleh karena itu dibuat tim tugas untuk pembiayaan inovatif bagi taman nasional, kawasan konservasi dan juga lanskap spesies ikonik Indonesia," katanya.

Dia melanjutkan adapula kerja sama multi sektor yang mengajak sektor privat, akademisi, NGO, media serta pelaku usaha untuk berkontribusi di dalam mendukung program-program pemerintah yang bertujuan untuk membantu konservasi dan mendukung kelestarian keanekaragaman hayati di Indonesia.

"Lalu Menteri Kehutanan pun pada 2025 telah membuat program yang disebut One Company One Species, dengan harapan private company dapat berkontribusi. Jadi perusahaan yang ingin berkontribusi melakukan konservasi bisa memilih ingin mengkonservasi misalkan gajah, harimau, atau anoa dipilih satu spesies hewan. Kami masih terus menawarkan ini kepada sektor privat di Indonesia," ucap dia.

Menurut dia, sektor privat memiliki sumber daya yang mumpuni seperti secara finansial, dan teknologinya yang dapat bermanfaat bagi pelaksanaan kegiatan konservasi di Indonesia.

"Jadi sektor privat ini ini sangat penting dalam membantu konservasi Indonesia, bukan hanya dari segi pembiayaan, namun mereka dapat membantu melalui pemanfaatan teknologi yang dimiliki untuk membantu konservasi. Bahkan bisa memanfaatkan skema seperti bisa melalui task force, financing sustainable dan IPO Fund," tambahnya.