Koba, Babel, (ANTARA) - Mendikdasmen Abdul Mu'ti menegaskan pendidikan berbasis Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) menjadi prioritas pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) unggul yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

"STEM sangat penting karena kita memiliki sumber daya alam yang sangat kaya, tetapi belum memiliki sumber daya manusia yang cukup untuk mengolahnya," kata Abdul Mu'ti dalam kunjungannya di Koba, Bangka Tengah, Kamis.

Ia menjelaskan pendekatan STEM mengintegrasikan pembelajaran sains, teknologi, rekayasa, dan matematika dalam satu kesatuan untuk mendorong peserta didik memecahkan persoalan nyata yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendekatan tersebut, kata dia, murid didorong untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, berkreasi, berkolaborasi lintas disiplin ilmu, serta menghasilkan solusi yang kontekstual terhadap berbagai permasalahan.

Abdul Mu'ti mengatakan pemerintah memberikan perhatian terhadap penguatan pendidikan STEM yang tidak hanya pada jenjang pendidikan dasar dan menengah, tetapi juga di perguruan tinggi.

Untuk mendukung implementasi program tersebut, ia menilai peningkatan kualitas pendidik, terutama pada bidang studi STEM, menjadi langkah pertama yang harus dilakukan.

"Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah meningkatkan kualitas pendidik, khususnya di bidang studi STEM," ujarnya.

Selain itu, menurut dia, upaya meningkatkan minat peserta didik mempelajari sains dan teknologi juga menjadi tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.

"Kita harus berupaya menumbuhkan minat para pelajar untuk mempelajari sains dan teknologi karena minat pelajar untuk mempelajari STEM, termasuk di perguruan tinggi, masih rendah," katanya.

Abdul Mu'ti menekankan keberhasilan pengembangan pendidikan STEM membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, hingga dunia usaha.

"Kita perlu bersinergi untuk menjalankan program ini, baik pemerintah, masyarakat maupun dunia usaha," ujarnya.

Ia meyakini sinergi yang kuat antarpemangku kepentingan akan memperkuat layanan pendidikan sekaligus meningkatkan minat generasi muda untuk mendalami bidang STEM.

"Tentu saja ini akan sebagai bekal untuk menghadapi perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia kerja pada masa mendatang," ujarnya.