Progres Revitalisasi Sekolah Terdampak Banjir di Bireuen Bervariasi
Ansari Hasyim July 03, 2026 01:03 AM

Laporan Yusmandin Idris | Bireuen

SERAMBINEWS.COM, BIREUEN – Progres revitalisasi 22 sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB yang terdampak banjir di Kabupaten Bireuen menunjukkan perkembangan yang bervariasi. Sebagian sekolah telah mencapai progres pekerjaan hingga 90 persen, sementara lainnya masih di bawah 60 persen.

Sebanyak 22 sekolah yang mendapat program revitalisasi meliputi SMAN 1 Gandapura, SMAN 1 Makmur, SMAN 1 Peusangan Siblah Krueng, SMAN 2 Kutablang, SMAN 1 Peusangan Selatan, SMAN 1 Peusangan, SMAN 2 Peusangan, SMAS Al Furqon, SMKN 1 Peusangan, SMAN 3 Peusangan, SMAN 1 Jangka, SMAN 1 Peulimbang, SMKN 1 Jeumpa, SMKN 1 Jeunieb, SMAS Nurul Islam, SMKS Kesehatan Muhammadiyah, SMAN 1 Samalanga, SMAN 2 Samalanga, SMAS Muslimat, SMAS Al Hanafiyah, SMKS Al Hidayah, dan SLB YTC Kutablang.

Plt Kepala Cabang Dinas (Kacabdin) Pendidikan Wilayah IV Bireuen, Yusnita SE Ak SPd MM, Kamis (2/7/2026), mengatakan progres pekerjaan di setiap sekolah berbeda-beda.

"Ada yang sudah mencapai 90 persen, tetapi masih ada juga yang di bawah 60 persen. Kepastian progres masing-masing sekolah menjelang dimulainya tahun ajaran baru pada 13 Juli nanti sebaiknya ditanyakan langsung kepada pihak sekolah, karena data yang ada di Cabdin merupakan hasil koordinasi minggu lalu," ujarnya.

Di SMAN 1 Peusangan, salah satu sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah akibat banjir, belasan pekerja masih terlihat menyelesaikan pekerjaan revitalisasi. Material bangunan juga masih menumpuk di halaman sekolah.

Kepala SMAN 1 Peusangan, Jumiati SPd MPd, mengatakan progres revitalisasi di sekolahnya telah mencapai lebih dari 50 persen.

"Penanganan saat ini difokuskan pada empat ruang kelas sebagai persiapan kegiatan belajar mengajar. Empat ruangan yang direvitalisasi hampir rampung, sedangkan ruangan lainnya masih terus dikerjakan," katanya.

Meski revitalisasi belum sepenuhnya selesai, Jumiati optimistis proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru yang dimulai 13 Juli tetap dapat berjalan.

Menurutnya, ruang belajar yang tidak masuk dalam program revitalisasi akan digunakan sementara. Selain itu, gedung dua lantai dan beberapa ruangan lainnya juga siap dimanfaatkan sebagai ruang belajar.

"Ruangan yang sedang diperbaiki juga terus dikerjakan sambil kegiatan belajar berlangsung," ujarnya.

Tahun ajaran baru ini, SMAN 1 Peusangan menerima 162 siswa baru. Dengan demikian, jumlah peserta didik di sekolah tersebut kini mencapai lebih dari 400 orang.

"Mudah-mudahan proses belajar mengajar berjalan lancar meskipun pekerjaan revitalisasi belum seluruhnya selesai," katanya.

Sementara itu, progres revitalisasi di SMKN 1 Peusangan telah mencapai sekitar 90 persen. Sekolah kejuruan tersebut sebelumnya juga mengalami dampak banjir cukup parah hingga tertimbun lumpur.

Kepala SMKN 1 Peusangan, Faisal ST MPd, mengatakan secara umum pekerjaan hampir selesai dan saat ini memasuki tahap akhir.

"Insya Allah saat mulai belajar pada 13 Juli nanti sudah selesai. Saat ini tinggal pengecatan, pemasangan pintu, dan beberapa pekerjaan finishing lainnya," ujarnya.

Faisal menambahkan, sebagian sarana praktik berupa 15 unit komputer telah tiba di sekolah. Sementara peralatan lainnya diperkirakan akan menyusul dalam pekan ini melalui bantuan dana TKD.

Untuk fasilitas perpustakaan, ruangannya telah selesai direhabilitasi. Namun, buku-buku masih diletakkan di lantai karena rak perpustakaan juga memerlukan perbaikan.

"Sebagian alat praktik memang sudah tersedia, tetapi belum selengkap sebelum musibah. Mesin jahit masih dalam proses pengiriman, sedangkan mebel sudah ada meski belum memenuhi seluruh kebutuhan," katanya.

Pada tahun ajaran baru, jumlah siswa baru di SMKN 1 Peusangan juga mengalami peningkatan. Dari 276 siswa yang lulus, sekolah tersebut menerima 317 siswa baru sehingga total peserta didik kini mencapai 967 orang. (*)

Foto: Sejumlah pekerja melakukan pengecatan pada bangunan yang direvitalisasi di SMKN 1 Peusangan, Kamis (2/7/2026). SERAMBI/YUSMANDIN IDRIS.

Jika diperlukan, saya juga dapat membuat versi yang lebih ringkas dengan gaya khas Serambi untuk edisi cetak.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.