SURYA.co.id, SURABAYA – Kota Surabaya, Jawa Timur, diprakirakan menikmati cuaca yang didominasi kondisi cerah sepanjang Jumat, 3 Juli 2026.
Berdasarkan data prakiraan cuaca, tidak ada indikasi hujan sejak dini hari hingga malam hari.
Kondisi ini diperkirakan mendukung berbagai aktivitas masyarakat, baik di luar maupun di dalam ruangan.
Meski demikian, suhu udara pada siang hari diprediksi cukup panas sehingga warga tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh.
Suhu udara diperkirakan berada pada kisaran 22 hingga 33 derajat Celsius, sementara kelembapan udara berkisar 51–88 persen.
Angin bertiup dari arah selatan dengan kecepatan mencapai 27,6 kilometer per jam.
Cuaca cerah juga berpotensi meningkatkan intensitas paparan sinar matahari, terutama menjelang siang hingga sore hari.
Oleh karena itu, masyarakat disarankan tetap menjaga kecukupan cairan tubuh dan menggunakan pelindung diri saat beraktivitas di luar ruangan.
Secara umum, prakiraan cuaca pada Jumat ini menunjukkan kondisi yang relatif stabil tanpa potensi hujan.
Memasuki dini hari, cuaca di Surabaya diprakirakan bervariasi antara cerah berawan, berawan, hingga cerah.
Memasuki pagi hari, tepatnya pukul 06.00 hingga 07.00 WIB, cuaca diprediksi berubah menjadi cerah.
Kondisi tersebut diperkirakan mendukung aktivitas warga yang berangkat bekerja, sekolah, maupun berolahraga di luar ruangan.
Cuaca cerah diprakirakan terus bertahan mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB.
Pada periode ini, suhu udara diperkirakan mencapai puncaknya di kisaran 33 derajat Celsius.
Dengan kelembapan yang mulai menurun, udara berpotensi terasa lebih panas, terutama pada tengah hari.
Meski tidak ada potensi hujan, masyarakat tetap diimbau membatasi paparan sinar matahari secara langsung dalam waktu yang terlalu lama, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
Menjelang malam, kondisi cuaca di Surabaya diprakirakan tetap stabil.
Tidak adanya potensi hujan membuat aktivitas malam hari, termasuk perjalanan maupun kegiatan luar ruangan, diperkirakan dapat berlangsung tanpa gangguan cuaca yang berarti.
Agar tetap nyaman beraktivitas sepanjang hari, berikut beberapa hal yang dapat diperhatikan:
Prakiraan cuaca menunjukkan Surabaya berpotensi mengalami hari yang relatif ideal untuk berbagai aktivitas luar ruangan karena didominasi cuaca cerah tanpa indikasi hujan.
Namun, kondisi cerah sepanjang siang juga identik dengan meningkatnya suhu permukaan dan indeks panas.
Jika pola ini berlangsung beberapa hari berturut-turut, kebutuhan cairan tubuh serta perlindungan dari paparan sinar ultraviolet menjadi hal yang patut diperhatikan. Bagi sektor transportasi, perdagangan, hingga kegiatan wisata, cuaca stabil seperti ini umumnya menjadi faktor pendukung karena risiko gangguan akibat hujan tergolong rendah.
Warga Surabaya dan wilayah sekitarnya belakangan ini merasakan udara malam hingga pagi yang terasa lebih menusuk dibanding biasanya.
Suhu udara tercatat mengalami penurunan hingga menyentuh kisaran 18 derajat Celsius dalam beberapa hari terakhir.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Juanda menjelaskan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian dari fenomena bediding, yakni periode udara dingin yang umum terjadi menjelang puncak musim kemarau.
Prakirawan BMKG Juanda, Trya Chandra, menyebutkan bahwa fenomena ini dipengaruhi oleh masuknya angin muson timur dari Australia yang membawa massa udara lebih kering dan dingin.
Selain itu, kondisi langit yang cerah tanpa banyak awan turut mempercepat pelepasan panas dari permukaan bumi ke atmosfer pada malam hari.
"Juga akibat pelepasan radiasi matahari ke atmosfer secara maksimal karena tidak adanya tutupan awan saat musim kemarau," kata Trya saat dikonfirmasi, Kamis (2/7/2026).
Ia menambahkan, tingkat penurunan suhu pada periode bediding tidak seragam di setiap wilayah. Faktor seperti kondisi cuaca lokal, kecepatan angin, hingga karakteristik geografis ikut memengaruhi besarnya penurunan suhu.
Di wilayah dataran rendah, suhu udara pada malam hingga dini hari umumnya berada di kisaran 18 hingga 22 derajat Celsius. Sementara di daerah dataran tinggi, suhu dapat turun lebih rendah lagi, yakni sekitar 15 hingga 18 derajat Celsius, bahkan berpotensi lebih dingin dalam kondisi tertentu.
Berlangsung Sampai Agustus
BMKG memperkirakan fenomena udara dingin ini masih akan berlangsung hingga mencapai puncak musim kemarau pada Agustus 2026.
Meski terasa lebih dingin dari biasanya, kondisi ini disebut masih tergolong normal dalam pola iklim tahunan Indonesia.
Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap perubahan suhu harian, terutama saat beraktivitas pada malam dan pagi hari.
Penggunaan pakaian hangat dianjurkan untuk menjaga kondisi tubuh tetap stabil.
Masyarakat juga disarankan menjaga daya tahan tubuh dengan pola hidup sehat, seperti mengonsumsi makanan bergizi, beristirahat cukup, serta rutin berolahraga.
BMKG turut mengingatkan potensi gangguan kesehatan seperti ISPA, flu, dan batuk yang dapat meningkat saat suhu udara menurun.
Selain itu, petani di wilayah dataran tinggi diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya embun beku yang dapat berdampak pada tanaman.
BMKG juga menekankan pentingnya masyarakat untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca resmi sebelum melakukan aktivitas di luar ruangan, guna mengantisipasi perubahan kondisi atmosfer secara tiba-tiba.