Tribunjogja.com Yogyakarta - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menegaskan bahwa kewenangan pendakian Gunung Merapi berada di tangan Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM).
Namun, pihak BPPTKG mengingatkan bahwa aktivitas pendakian saat ini sangat tidak disarankan mengingat potensi bahaya yang masih tinggi.
Kepala BPPTKG, Agus Budi Santoso, menyebutkan bahwa ancaman utama berupa guguran lava dan awan panas di sektor selatan-barat daya serta lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif.
Agus menjelaskan detail potensi bahaya yang sedang berlangsung:
“Jangkauan ini mencakup area yang biasanya menjadi jalur maupun batas akhir pendakian, sehingga sangat mengancam nyawa siapa pun yang berada di zona tersebut,” tegas Agus.
Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung dan dapat memicu awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Saat ini Merapi berada dalam fase erupsi efusif, ditandai keluarnya magma ke permukaan secara perlahan.
Namun, kondisi ini tetap berisiko tinggi. Jika jalur keluarnya magma tersumbat, tekanan gas dapat menumpuk di dalam kawah dan memicu erupsi eksplosif mendadak.
“Masyarakat dan pendaki perlu memahami dinamika aktivitas gunung saat ini. Bahaya dapat terpicu apabila jalan keluar magma mengalami sumbatan secara tiba-tiba,” jelas Agus.
Secara historis, Gunung Merapi telah menunjukkan lima tipe erupsi berbeda dalam tiga abad terakhir. Tipe erupsi eksplosif adalah yang paling sering terjadi.
Pascaerupsi 2010, tercatat 32 kali erupsi eksplosif, sebagian besar berupa erupsi freatik.
Catatan ini menjadi dasar kuat bagi BPPTKG untuk menegaskan bahwa pendakian di zona bahaya harus ditutup demi keselamatan.
Imbauan Keselamatan
BPPTKG mengimbau masyarakat dan pendaki untuk tetap waspada serta mematuhi aturan penutupan jalur pendakian.
Penutupan aktivitas pendakian di daerah potensi bahaya merupakan langkah mitigasi utama yang harus dipatuhi.
“Selama potensi ancaman ini masih tinggi, penutupan aktivitas pendakian adalah langkah mitigasi utama,” pungkas Agus. (Maw)
• Merapi Masih Berstatus Siaga, Sri Sultan HB X Peringatkan Wisatawan Tak Lakukan Pendakian