Laporan Wartawan TribunJatim.com, Dya Ayu
TRIBUNJATIM.COM, BATU - Ada 200 alokasi unit rumah warga yang akan menerima Program Bedah Rumah Prabowo pada tahun 2026 di Kota Batu, Jawa Timur.
Selain akan mendapat program bedah rumah, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait mengatakan, pemerintah juga akan menyiapkan skema perlindungan yang lebih lengkap bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Baca juga: Jasad Pemancing Asal Banyuwangi Ditemukan Meninggal Dibawa Pohon Bakau
Skema perlindungan tersebut meliputi perbaikan rumah, pembuatan sertifikat tanah gratis, dan juga pembiayaan usaha berbunga rendah.
Menurut Maruarar, ini diberikan untuk memperkuat kondisi ekonomi keluarga penerima manfaat, sekaligus memastikan kelanjutan kehidupan mereka usai dilakukan perbaikan rumah.
"Sesuai arahan Bapak Presiden Prabowo sekarang ada program sertifikasi rumah untuk masyarakat berpenghasilan rendah dan semuanya diberikan secara gratis. Jadi rumahnya dibedah, sertifikat tanahnya diberikan, dan seluruhnya tanpa dipungut biaya," kata Maruarar, Kamis (2/7/2026).
Sedangkan terkait pembiayaan usaha berbunga rendah, pria kelahiran Medan ini menuturkan, bunga pembiayaan ultra mikro melalui Permodalan Nasional Madani (PNM) diturunkan dari sebelumnya 22 persen menjadi 8 persen.
"Pemerintah juga menyediakan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sektor perumahan dengan plafon pinjaman di bawah Rp100 juta tanpa jaminan. Bunga sekitar 6 persen per tahun atau sekitar 0,5 persen per bulan. Jadi ini merupakan paket lengkap program Presiden Prabowo," ujarnya.
Maruarar menjelaskan, pemerintah pusat memberikan paket lengkap untuk masyarakat berpenghasilan rendah karena untuk mengantisipasi terjadinya potensi penerima program bedah rumah kembali rusak dan tak direnovasi jika penghuni rumah memiliki kondisi ekonomi yang tak meningkat.
"Sehingga presiden mengintruksikan agar jangan cuma rumahnya yang dibangun, tapi ekonomi penghuni rumah juga harus diperkuat," jelasnya.
"Kalau ekonominya tidak berkembang, rumah yang sudah diperbaiki bisa kembali rusak," pungkas Maruarar.