TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pasca pemadaman tuntas di 2 titik di Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), saat ini sudah tidak ada terdeteksi titik kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) baru di Riau.
"Hari ini clear (tidak ada Karhutla di Riau)," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto, dikonfirmasi Jumat (3/7/2026).
Diketahui, Manggala Agni bersama instansi terkait lainnya yang masuk dalam tim gabungan penanganan Karhutla, berhasil memadamkan 2 titik api di Inhu, di antaranya di Kelurahan Sekip dan Sui Raya.
"Untuk di Sekip Hilir sekitar 5 hektare, untuk Sui Raya 4,7 hektare," jelas Ferdian.
Ia menyebut, sebagaimana prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), saat ini telah masuk kondisi kerawanan Karhutla.
Upaya pencegahan Karhutla di Riau, juga terus diperkuat melalui patroli darat dan udara yang dilakukan secara intensif memasuki musim kemarau.
Langkah tersebut dinilai penting mengingat luas karhutla di Riau sepanjang Januari hingga Mei 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Ferdian bilang, patroli menjadi garda terdepan untuk mendeteksi dini potensi kebakaran di wilayah rawan.
Baca juga: OMC Dihentikan Karena Curah Hujan Bulan Juli Tinggi, BPBD Pelalawan Sebut Karhutla Masih Berpotensi
Menurutnya, patroli darat diperkuat dengan keterlibatan berbagai unsur mulai dari Manggala Agni, Babinsa, Bhabinkamtibmas hingga Masyarakat Peduli Api (MPA).
Sepanjang Juni 2026, Manggala Agni Seksi Wilayah II telah melaksanakan patroli terpadu di enam desa sebanyak enam kali.
Selain itu, patroli bersama masyarakat dilakukan di dua desa sebanyak enam kali, sedangkan patroli mandiri oleh personel Manggala Agni dilaksanakan di sembilan desa sebanyak 12 kali.
Patroli darat tersebut juga didukung operasi Satgas Udara yang secara rutin melakukan pemantauan wilayah rawan karhutla dari udara.
"Ini salah satu upaya antisipasi yang sedang kami lakukan, didukung operasi Satgas Udara untuk patroli udara," ujarnya.
Ia mengatakan respons cepat di lapangan menjadi bagian penting dari strategi pengendalian karhutla agar kebakaran tidak berkembang menjadi lebih besar.
Berdasarkan hasil analisis citra satelit yang dilakukan Kementerian Kehutanan bersama BRIN dan KLH, luas karhutla di Riau sepanjang Januari-Mei 2026 tercatat mencapai 15.318 hektare.
Kabupaten Bengkalis menjadi daerah dengan luasan karhutla terbesar yakni 8.237 hektare, disusul Pelalawan 4.538 hektare dan Indragiri Hilir 947 hektare.
Meski meningkat dibandingkan periode Januari-Mei 2025 yang tercatat 751 hektare, angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan tahun-tahun ekstrem saat fenomena El Nino. Pada periode yang sama tahun 2019, luas karhutla di Riau mencapai 27.742 hektare.
Ferdian berharap sinergi patroli darat, patroli udara dan partisipasi masyarakat dapat menekan potensi karhutla selama musim kemarau tahun ini.
"Harapannya dengan patroli yang terus berjalan dan dukungan masyarakat, potensi kebakaran bisa dicegah sedini mungkin sehingga tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas," tutupnya.
(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)