Biodata Om Zein Bupati Purwakarta yang Minta Maaf Usai Lagu Ciptaannya Disorot, Akui Kisah Hidup
Rusaidah July 03, 2026 12:22 PM

POSBELITUNG.CO -- Inilah biodata Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau yang akrab disapa Om Zein, yang jadi sorotan usai lagu ciptaannya tuai kontriversi.

Polemik lagu berjudul Lalaki Langit, Lalanang Bejat itu kini membuat Om Zein harus meminta maaf kepada masyarakat.

Karya tersebut sebelumnya menuai kritik karena dinilai mengandung lirik yang dianggap tidak sensitif terhadap perempuan.

Menyikapi hal itu, Om Zein akhirnya angkat bicara dengan memberikan klarifikasi sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat yang merasa keberatan.

Baca juga: Biodata dan Kasus Brigjen Lalu Muhammad Iwan Mahardan Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

Pernyataan tersebut disampaikan saat dirinya menghadiri kegiatan pelayanan publik di Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, pada Kamis (2/7/2026).

Dalam kesempatan itu, kehadirannya tetap disambut hangat warga, termasuk sejumlah ibu-ibu yang tampak antusias menyapa hingga mengajak berfoto bersama.

Sampaikan Permintaan Maaf ke Publik

Menanggapi polemik yang muncul, Om Zein lebih dulu menyampaikan permohonan maaf kepada pihak-pihak yang merasa tersinggung atas isi lirik lagu tersebut.

Ia menegaskan tidak ada niat untuk menyerang maupun menyudutkan kelompok tertentu dalam karyanya.

"Pertama-tama saya secara pribadi memohon maaf kepada seluruh masyarakat atas ketidaknyamanan ini, dan mohon maaf jika kata-kata dalam lagu itu membuat beberapa pihak ada yang tersinggung."
"Saya tidak bermaksud untuk menyinggung siapa pun dan tidak mendeskripsikan siapa pun," kata Binzein kepada Tribunjabar.id di Lapangan Desa Karoya, Kecamatan Tegalwaru, Kabupaten Purwakarta, Kamis (2/7/2026).

Berasal dari Puisi Sebelum Menjabat Bupati

Lebih jauh, Om Zein menjelaskan bahwa lagu tersebut berasal dari puisi yang ia tulis pada tahun 2020, jauh sebelum dirinya menjabat sebagai Bupati Purwakarta.

Ia menyebut karya tersebut lahir dari refleksi perjalanan hidup dan spiritual saat masih menjalani kehidupan sebagai seorang pengembara.

"Itu berawal dari sebuah puisi yang saya buat pada tahun 2020. Saat itu dibuat oleh seorang Om Zein yang masih seorang pengembara, bukan oleh Om Zein sebagai bupati, karena tahun 2020 saya belum menjadi bupati," jelas Om Zein.

Menurutnya, setiap individu memiliki latar belakang serta pengalaman hidup yang berbeda, termasuk perjalanan cinta dan proses pendewasaan diri yang kemudian menjadi inspirasi dalam karyanya.

Ia juga mengakui pernah melewati fase kehidupan yang cukup keras, bahkan menyebut dirinya pernah berada dalam masa “berandalan” sebelum mengalami perubahan hidup.

Pernyataan tersebut disampaikan untuk menegaskan bahwa lirik lagu merupakan hasil refleksi pribadi, bukan ditujukan sebagai sindiran kepada pihak tertentu.

Hormati Kritik Publik

Meski menuai kritik, Om Zein menegaskan tetap menghormati setiap masukan dari masyarakat dan kembali meminta maaf kepada pihak yang merasa tidak nyaman.

"Dulu saya merasa dalam kategori berandalan atau nakal. Saya kemudian merenung dan berpikir, ya Tuhan, untung saya diciptakan menjadi laki-laki. Kalau menjadi perempuan bagaimana jadinya saya. Itulah yang ingin saya ungkapkan. Saat itu saja sebagai laki-laki rambut saya panjang, apalagi kalau menjadi perempuan. Hal-hal itulah yang kemudian tertuang dalam lirik lagu," pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa puisi tersebut sudah lama kerap dibacakannya dalam berbagai kesempatan, hingga pada 2023 seorang seniman meminta izin untuk mengubahnya menjadi lagu.

"Puisi itu sering saya bacakan. Tahun 2023, saat saya juga masih belum menjadi bupati, ada seorang seniman datang dan meminta agar puisi itu diaransemen menjadi lagu. Bagi saya tidak ada masalah, akhirnya dibuatlah menjadi lagu," kata Om Zein

Terkait rencana somasi maupun desakan penarikan lagu, Om Zein menyatakan belum dapat mengambil keputusan.

Ia menegaskan akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan penasihat hukum sebelum menentukan langkah selanjutnya.

"Untuk kata-kata yang dianggap kontroversial saya sudah meminta maaf. Kalau untuk somasi, karena ini kaitannya dengan aspek hukum, saya harus konsultasi dulu dengan lawyer saya. Apakah nanti akan ditakedown atau seperti apa. Karena sampai saat ini juga belum ada pelarangan terhadap lagu itu," tutur Om Zein.

Om Zein juga membantah adanya keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dalam proses produksi maupun publikasi video lagu tersebut, yang disebut hanya diunggah melalui akun pribadinya.

Biodata Saepul Bahri Binzein (Om Zein)

Saepul Bahri Binzein atau Om Zein saat ini menjabat sebagai Bupati Purwakarta periode 2025–2030. Ia terpilih dalam Pilkada 2024 dan dilantik pada 20 Februari 2025 oleh Presiden Prabowo Subianto.

Nama lengkap: Saepul Bahri Binzein
Nama panggilan: Om Zein
Tempat lahir: Subang, Jawa Barat
Tanggal lahir: 14 Agustus 1972 (usia 53 tahun)
Partai politik: Gerindra

Riwayat pendidikan

SDN Simpar 2 (1980–1986)
MTs Matlaul Anwar (1986–1989)
MAN Subang (1989–1992)
STAI Miftahul Huda, S.Ag. (1992–1997)

Karier

Dosen ilmu politik
Sekretaris HMI Cabang Purwakarta (1994–1995)
Ketua KNPI Purwakarta (2004–2007)

(Tribun Jabar/Tribunnews/Pos Belitung)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.