Cerita Bripda Irfan Anggota Polres Nunukan Beri Bantuan Warga Kehabisan Bensin Jam 3 Pagi
Junisah July 03, 2026 01:14 PM

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN – Di usia yang baru menginjak 21 tahun, Bripda Irfan tak pernah menyangka dedikasinya melayani masyarakat akan membawanya berdiri di barisan penerima penghargaan pada peringatan Hari Bhayangkara ke-80 di Polres Nunukan.

Personel muda Sat Samapta Polres Nunukan itu menjadi salah satu dari 10 anggota kepolisian yang menerima penghargaan atas kinerja, dedikasi, dan respons cepat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas kepada personel berprestasi, yakni Aipda Lakilo, Bripka Risman, Bripka Surahman, Bripda Muhammad Rosady, Brigpol Dan Purwanto, Bripda M. Dzul Arsyil Azim, Bripda Irfan, Bripda Muhammad Aiman, dan Bripda Muhammad Adrian.

Mereka dinilai memiliki kontribusi besar dalam mendukung program swasembada pangan, pelayanan Call Center 110, patroli keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), prestasi lomba Satkamling tingkat Polda Kalimantan Utara, hingga kemampuan mengendalikan situasi saat menghadapi kondisi yang provokatif.

Baca juga: 10 Personel Polres Nunukan Dapat Penghargaan di HUT Bhayangkara ke-80, Beri Pelayanan ke Masyarakat

Namun, di antara sederet penghargaan tersebut, kisah Bripda Irfan menjadi perhatian.

Penghargaan yang diterimanya berawal dari rutinitas yang mungkin dianggap sederhana, yakni sigap merespons setiap panggilan darurat masyarakat.

Salah satu kejadian yang paling diingat terjadi ketika seorang warga menghubungi layanan darurat 110 pada dini hari.

Kasat Samapta Polres Nunukan, Iptu Nanang Kusmanto, menceritakan bahwa saat itu seorang warga di kawasan Pasar Lama kehabisan bensin sekitar pukul 03.00 Wita.

Tak butuh waktu lama, personel patroli Sat Samapta langsung bergerak menuju lokasi untuk memberikan bantuan.

Baca juga: Hari Bhayangkara ke-80, Personel Polres Malinau Dapat Kado Naik Pangkat, Kapolres: Ini Penghargaan

"Respons patroli kami cepat. Pernah ada warga di Pasar Lama menghubungi layanan 110 sekitar jam tiga pagi karena kehabisan bensin, anggota langsung datang membantu. Bentuk kesiapsiagaan seperti inilah yang kami lakukan setiap hari," ujar Iptu Nanang kepada TribunKaltara.com, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, tindakan-tindakan sederhana yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat merupakan bagian dari pelayanan kepolisian yang harus terus dipertahankan.

Ia berharap penghargaan yang diberikan dapat menjadi motivasi bagi seluruh personel agar terus bekerja dengan tulus, bukan semata-mata mengejar penghargaan.

"Saya selalu sampaikan kepada anggota, jangan ada pelanggaran, sekecil apa pun harus dihindari. 
Laksanakan tugas dengan baik, layani masyarakat dengan tulus. Jangan bekerja karena ingin mendapat penghargaan. Kalau bekerja dengan baik, nanti orang lain yang akan menilai. Penghargaan itu bonus," katanya.

Sementara itu, Bripda Irfan mengaku tidak pernah membayangkan dedikasinya dalam bertugas akan diapresiasi pada momentum Hari Bhayangkara ke 80.

Baginya, penghargaan tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi, tetapi menjadi pengingat bahwa amanah sebagai anggota Polri harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

"Saat nama saya diumumkan sebagai penerima penghargaan tentu ada rasa haru, bangga, dan bersyukur. Penghargaan ini bukan sekadar apresiasi individu, tetapi juga kebanggaan bagi seluruh rekan dan kesatuan," ujarnya kepada TribunKaltara.com.

Ia mengatakan setiap personel Sat Samapta memang dituntut selalu siap menjadi garda terdepan dalam setiap kondisi darurat.

Mulai dari menolong korban kecelakaan lalu lintas, membantu masyarakat terdampak bencana, menangani aksi kriminalitas jalanan, hingga memberikan pertolongan pertama kepada warga yang membutuhkan.

"Dalam situasi darurat, yang pertama saya pikirkan adalah kemanusiaan dan keselamatan nyawa. Tidak ada keraguan ketika melihat masyarakat membutuhkan pertolongan. Menyelamatkan jiwa menjadi prioritas utama yang harus dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur," katanya.

Menurut Irfan, kecepatan respons menjadi salah satu kunci agar kondisi di lapangan tidak berkembang menjadi lebih buruk.

Karena itu, personel Sat Samapta terus melakukan patroli rutin sekaligus bersiaga menerima laporan masyarakat melalui layanan darurat 110 selama 24 jam.

Ia pun mengajak masyarakat untuk tidak ragu menghubungi kepolisian apabila menghadapi situasi darurat.

"Jangan ragu untuk bersinergi dan segera melapor kepada kepolisian jika membutuhkan bantuan. Kami terus menyosialisasikan nomor 110 agar masyarakat bisa berkomunikasi dengan cepat dan setiap laporan dapat segera kami tindak lanjuti," tuturnya.

Kapolres Nunukan AKBP Bonifasius Rumbewas berharap penghargaan yang diberikan kepada 10 personel berprestasi tersebut dapat menjadi pemacu semangat bagi seluruh anggota Polres Nunukan untuk terus meningkatkan profesionalisme, menjaga integritas, serta menghadirkan pelayanan yang semakin cepat, humanis, dan responsif kepada masyarakat sesuai semangat Hari Bhayangkara ke-80.

(*)

Penulis: Fatimah Majid

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.