Selain Pendampingan Usaha PNM Juga salurkan Beasiswa untuk Anak Nasabah di Mamasa
Ilham Mulyawan July 03, 2026 02:47 PM

TRIBUN-SULBAR.COM - Selain memberikan modal usaha, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) juga menghadirkan pendampingan dan pelatihan sesuai kebutuhan nasabah, mulai dari leadership, manfaat menabung, desain kemasan produk, pemasaran online dan offline hingga pencatatan keuangan sederhana. 

Sehingga PNM melalui PNM Cabang Makassar, memperkuat perannya dalam mendampingi nasabah, tidak hanya agar usaha mereka bertumbuh, tetapi juga agar keluarga nasabah dapat merasakan dampak sosial yang lebih luas.

Baca juga: Mahasiswa Hukum Sulbar Soroti Dugaan Pembebanan Biaya Ambulans kepada Pasien BPJS di Puskesmas Mambi

Baca juga: Sering Disinggahi Legenda PSM Ramang Awal Mula Tercetusnya Kampung Bola Pambusuang Polman

Seperti dialami Lederika, nasabah PNM Mekaar Unit Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat yang bergabung sejak Februari 2018. 

Sebelum mendapatkan pembiayaan dari PNM Mekaar, ia menjalankan warung sembako kecil dengan persediaan barang yang sangat terbatas. 

Tidak jarang ia merasa sedih ketika pembeli datang mencari kebutuhan pokok, tetapi barang yang diminta belum tersedia. 

“Dulu, kehidupan keluarga saya sangat sederhana. Warung saya hanya berisi beberapa barang karena modal terbatas," kata Lederika. 

Setelah memperoleh akses modal usaha secara bertahap hingga mencapai Rp11,5 juta ia mulai menambah isi warungnya dan mengembangkan layanan transaksi digital seperti pembelian pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan, serta top up dompet digital.

Manfaat PNM juga dirasakan hingga ke keluarga nasabah. 

Anak Lederika turut menerima bantuan beasiswa dari PNM sebagai bentuk dukungan terhadap pendidikan keluarga nasabah. 

Bagi Lederika, kebahagiaan terbesarnya bukan hanya melihat usaha berkembang, tetapi juga melihat anaknya yang masih duduk di bangku kelas 5 SD tetap dapat bersekolah dan mengejar cita-cita. 

“PNM tidak hanya memberikan modal usaha, tetapi juga memberikan harapan," tambahnya.

Kisah serupa juga datang dari Kristina Imelda, nasabah Mekaar Unit Mamasa sekaligus Ketua Kelompok Mekaar Rante Koppe, yang bergabung sejak 2017. 

Berawal dari warung sederhana yang hanya menjual beberapa porsi nasi kuning, usahanya kini berkembang dengan menu makanan siap saji seperti ayam geprek, nasi campur, ikan goreng, dan berbagai lauk pauk lainnya setelah mendapatkan pembiayaan dari PNM Mekaar.

Akses permodalan Lebih Inklusif

Terpisah, Pemimpin Cabang PNM Makassar, Yazdi Anugerah, menjelaskan bahwa kehadiran PNM Mekaar ditujukan agar masyarakat dari wilayah perkotaan hingga pelosok dapat merasakan akses permodalan dan pembinaan usaha yang lebih inklusif. 

“Fokus kami melalui program Mekaar adalah memastikan masyarakat, termasuk di daerah yang membutuhkan akses modal usaha, dapat merasakan manfaat kehadiran PNM. Kami berharap program ini dapat membantu perempuan pelaku ekonomi agar usahanya semakin meningkat,” ujar Yazdi. 

Saat ini, PNM Makassar memiliki 116 kantor unit Mekaar dan 16 kantor unit ULaMM yang tersebar di Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, dan Papua sebagai bagian dari komitmen PNM dalam mendorong perempuan ultra mikro tumbuh lebih berdaya bersama keluarganya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.