SURYA.CO.ID - Pemerintah mengambil langkah terkait keberlanjutan program unggulan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memastikan adanya pemangkasan anggaran untuk program tersebut, dari yang awalnya dialokasikan sebesar Rp330 triliun menjadi Rp270 triliun.
Artinya, terjadi penghematan atau pemangkasan anggaran sebesar Rp60 triliun. Langkah efisiensi ini diakui Menkeu merupakan perintah langsung dari Presiden.
Dalam dialog di kanal YouTube Denny Sumargo, Menkeu Purbaya mengungkapkan pemerintah telah melakukan evaluasi terhadap perencanaan awal program MBG.
Menurutnya, efisiensi perlu dilakukan agar dana negara tidak terbuang sia-sia.
Ia tidak menampik bahwa pada masa awal perencanaan dan uji coba masih ditemukan banyak celah yang perlu diperbaiki.
"Program MBG itu kan program unggulan Bapak Presiden. Kita nggak bisa hapus, tapi yang paling kita jalankan adalah membuat itu lebih efisien."
"Karena MBG program yang bagus sebetulnya, banyak orang susah hidupnya, jadi dengan itu orang-orang susah terbantu."
"Hanya pelaksanaannya banyak bolongnya kemarin, sekarang sedang diperbaiki," ujar Purbaya dikutip dari tayangan podcast tersebut.
Baca juga: Alasan Menkeu Purbaya Setujui Anggaran MBG Dipangkas Lagi, Mitra di Jatim Sudah Cemas
Sebagai bendahara negara, Purbaya membeberkan bahwa angka Rp270 triliun saat ini belum tentu menjadi angka final.
Pemerintah masih terus menyisir komponen anggaran untuk melihat potensi penghematan yang lebih besar ke depannya.
"Dari tadinya alokasi 330 (triliun) turun ke 270, nanti mungkin turun lagi ke level yang lebih rendah lagi dari itu. Jadi akan dilakukan efisiensi yang besar-besaran. Ini perintah Bapak Presiden," tegas Menkeu.
Meski ada pemangkasan anggaran, Menkeu menjamin esensi utama dari program ini tidak akan dikorbankan.
Menkeu Purbaya juga menegaskan bahwa ikut terus mengawasi penggunaan anggaran yang diberikan, dan jika tidak sesuai, maka dipastikan akan melaporkannya.
"Kita laporkan waktu itu, tapi itu kan urusan BGN. Sekarang sudah diperbaiki," tegasnya.