Jakarta (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tertarik untuk mengembangkan pameran tentang sampah di taman-taman dan sekolah-sekolah di ibu kota sebagai sarana edukasi bagi warga.

"Ini menarik bagi saya. Saya bisa kembangkan (pameran tentang sampah) di tempat-tempat bermain, seperti Taman Bendera Pusaka, Tebet Eco Park atau di sekolah-sekolah, misal semi-game dan itu edukasinya menarik," kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Dudi Gardesi Asikin di Jakarta, Jumat.

Ruang bermain "Bukan Tentang Sampah" dihadirkan pada kegiatan Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026 yang berlangsung pada Jumat dan Sabtu, 3-4 Juli 2026 di Balai Kota DKI Jakarta.

Ruang tersebut mengajak pengunjung untuk melihat sampah dari sudut pandang yang berbeda sekaligus membuka ruang untuk keingintahuan dan partisipasi.

Ada beberapa zona dalam ruang tersebut dan di setiap zona diperlihatkan proses beragam material diperlakukan, ditukarkan, diberi nilai, dan diteruskan. Bukan semata berdasarkan proses yang kompleks, melainkan melalui aksi yang dilakukan sehari-hari oleh individu dan komunitas.

Pengunjung pun diajak terlibat, berjalan, memilih, dan berefleksi bersama melalui zona-zona yang disiapkan. Ini senada dengan JEFF 2026 yang bukan semata festival lingkungan, namun juga menjadi ruang pembelajaran tentang penyelenggaraan acara publik yang lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan.

Saat ini, Pemprov DKI menggalakkan gerakan pilah sampah dari sumber sebagai upaya membenahi tata kelola persampahan di Jakarta, sehingga dapat mengurangi sampah yang dibuang ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.

Berbagai pihak, mulai dari organisasi lingkungan, koalisi masyarakat sipil, hingga komunitas didorong agar bertumpu pada pengurangan dan pemilahan sejak dari rumah tangga.