WARTAKOTALIVE.COM, MEDAN -- Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur dan konektivitas antarwilayah merupakan instrumen strategis untuk mengurangi kesenjangan dan menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di Indonesia.
Menurut AHY, infrastruktur tidak hanya berfungsi menghubungkan wilayah secara fisik, tetapi juga menjadi sarana untuk membuka akses ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas kesempatan bagi masyarakat.
"Infrastruktur dan konektivitas yang semakin baik akan membantu mengurangi ketimpangan antarwilayah, membuka sentra-sentra pertumbuhan ekonomi baru sesuai potensi daerah masing-masing, serta menghadirkan kota yang lebih modern, aman, nyaman, dan produktif," jelas AHY dalam forum Rakernas XVIII APEKSI ini.
Selain itu, AHY juga menjelaskan bahwa kota-kota Indonesia saat ini menghadapi tekanan urbanisasi yang semakin tinggi.
Oleh karena itu, pembangunan konektivitas yang terintegrasi harus menjadi prioritas agar mobilitas manusia, barang, dan jasa dapat berjalan lebih efisien.
Ia juga menekankan pentingnya pendekatan berbasis riset, inovasi, dan teknologi dalam pembangunan perkotaan.
Menurutnya, pembangunan yang didukung data dan kolaborasi lintas sektor akan menghasilkan kota-kota yang lebih kompetitif, berkelanjutan, dan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara nyata.
Pondasi utama kedaulatan
Dalam kesempatan itu, AHY juga menekankan pentingnya membangun kota-kota yang tangguh sebagai pondasi utama bagi ketahanan dan kedaulatan bangsa Indonesia.
Putra sulung mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini mengajak seluruh pemerintah daerah untuk memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.
"Kita ingin menghadirkan semangat kolektif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk membangun kota-kota yang tangguh. Karena kota yang tangguh akan melahirkan masyarakat yang tangguh, dan masyarakat yang tangguh akan memperkuat kedaulatan bangsa," ujar AHY.
Menurut alumnus Harvard Kennedy School of Government, Harvard University, tersebut, ketangguhan kota tidak hanya diukur dari pembangunan fisik semata, tetapi juga dari kemampuan kota menghadirkan layanan publik yang baik, ekonomi yang inklusif, lingkungan yang berkelanjutan, serta kualitas hidup yang semakin meningkat bagi masyarakat.
AHY juga menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan nasional sangat bergantung pada keberhasilan pembangunan di tingkat daerah.
Oleh karena itu, kolaborasi pusat dan daerah harus terus diperkuat agar berbagai potensi ekonomi baru dapat tumbuh dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.