TRIBUNTRENDS.COM - Perbincangan mengenai kondisi perekonomian nasional mewarnai pertemuan antara Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa dan artis Denny Sumargo dalam sebuah podcast.
Di tengah diskusi tersebut, keduanya sempat terlibat adu argumen ringan saat membahas berbagai isu yang berkaitan dengan kondisi ekonomi Indonesia.
Purbaya hadir sebagai narasumber dalam podcast milik Denny Sumargo yang membahas beragam persoalan bangsa dari sudut pandang pemerintah.
Selama wawancara berlangsung, Purbaya terlihat antusias menjelaskan pandangannya mengenai berbagai kebijakan dan arah pembangunan nasional.
Di sisi lain, Denny Sumargo yang akrab disapa Densu juga tampak aktif melontarkan pertanyaan dan tanggapan sepanjang percakapan.
Hal itu menunjukkan bahwa Densu telah mempersiapkan diri dengan mempelajari sejumlah isu sebelum melakukan wawancara.
Suasana diskusi pun berlangsung dinamis karena keduanya saling bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan yang tengah menjadi perhatian publik.
Baca juga: Sempat Tolak Motor Listrik MBG, Menkeu Purbaya Berharap jadi Pelajaran Pemerintah: Saya Kecele
Perbincangan semakin menarik ketika topik bergeser membahas sosok Presiden Prabowo Subianto.
Dalam kesempatan itu, Purbaya memberikan penilaiannya terhadap gaya kepemimpinan Prabowo selama memimpin pemerintahan.
Menurut Purbaya, Prabowo merupakan pemimpin yang memiliki kecerdasan serta mampu beradaptasi dengan berbagai masukan dari para pembantunya.
Ia menilai Presiden tidak menutup diri terhadap pendapat yang disampaikan oleh jajaran menteri di kabinet.
Meski terbuka menerima berbagai masukan, Purbaya menyebut Prabowo tetap memiliki sikap kritis dalam menilai setiap usulan yang masuk.
Kemampuan tersebut dinilai menjadi salah satu kekuatan Prabowo dalam mengambil keputusan strategis.
Purbaya juga berpandangan bahwa setiap kebijakan yang diputuskan Presiden melalui proses pertimbangan yang matang.
Karena itu, menurutnya, Prabowo tidak mengambil keputusan secara tergesa-gesa ataupun tanpa mempertimbangkan berbagai aspek yang ada.
"Dia (Prabowo) orang pintar, cepat sekali adjust-nya, ada menteri ngomong A 'pak saya gini gini', presiden tiba-tiba marah 'kamu kenapa lama banget? kamu saya suruh kenapa kamu minta waktu setahun lagi?'. (kata menteri) 'pak saya enggak minta setahun'. (Kata Prabowo) kamu kan tadi minta studi kelayakan lagi, itu kan minimal setahun'," ungkap Purbaya, dilansir TribunnewsBogor.com dari Youtube Denny Sumargo, Jumat (3/7/2026).
Setelah kenal beberapa lama, Purbaya meyakini bahwa Prabowo adalah sosok yang pintar.
Terlebih dipastikan oleh Purbaya, Prabowo ingat dengan ucapan para menterinya termasuk soal angka.
"Jadi di situ saya tahu, presiden itu pintar banget, ingat angka-angka yang kita sebutkan, jadi habis itu saya enggak berani ngibul, kalau jelek kita ngomong aja biar dia ambil keputusan, dia itu orang pintar," imbuh Purbaya.
Mendengar ucapan Purbaya tersebut, Densu tampak heran.
Densu lantas bertanya kenapa Prabowo bisa tertipu dengan mantan Kepala BGN Dadan Hindayana.
Seperti diketahui, Dadan Hindayana ditangkap oleh Kejaksaan Agung terkait dugaan korupsi Makan Bergizi Gratis ( MBG) pada 3 Juni 2026 lalu.
Terkait hal tersebut, Purbaya menjawabnya singkat.
"Tapi kok bisa (Prabowo) dikibulin si pak Dadan?" tanya Densu.
"Bukan dikibulin, dia (Prabowo) tahu, dia (Prabowo) hatinya baik," jawab Purbaya.
"Maaf ya pak Presiden ya," timpal Densu sembari melihat ke arah kamera.
"Pak presiden hatinya baik," pungkas Purbaya.
"Yang enggak dipercaya juga tetap aja dia (Prabowo) baik. Karena saya pernah memecat orang, ya karena dia baik enggak jadi dipecat, padahal dia tahu kesalahan orang itu," sambungnya.
Baca juga: Menkeu Purbaya Tertarik Ikut Lelang, Ingin Berburu Aset Harga Terjangkau: Saya Duitnya Pas-pasan
Kendati demikian diungkap Purbaya, Prabowo adalah sosok yang tegas.
Hal itu dibuktikan dengan penangkapan Dadan Cs sehingga cepat diperkarakan terkait kasus korupsi.
"Tapi kalau sampai titik membahayakan negara kita sikat. Kita enggak pernah main-main masalah itu," ujar Purbaya.
Lebih lanjut, Purbaya pun memuji Prabowo sebagai sosok yang tak keberatan menerima masukan orang lain.
"Orang pikir presiden sembarangan, orang banyak salah sangka ke presiden, sangkanya waktu APBN dia sembarangan, akan nembus defisit di atas empat persen. Dia bisa menerima masukan, dia absorb dan dia terapkan dengan baik," imbuh Purbaya.
Atas semua pujian yang dilayangkan Purbaya kepada Prabowo, Densu mengaku masih heran.
Yakni kenapa selama ini banyak orang yang tak suka pada Presiden Prabowo.
"Cuma kenapa banyak orang di masyarakat itu banyak yang kayak kesel sama pak Presiden?" tanya Densu.
"Ya dia enggak pernah ngomong aja sama presiden aja langsung, presiden itu pintar, jadi jangan takut," ujar Purbaya.
"Orang tuh selalu, kadang-kadang melihat pak presiden kok kebijakannya enggak pro rakyat ya?" tanya Densu lagi.
"Dia kan pasti (yang diutamakan) stabilitas, pertumbuhan, pemerataan. Yang di program utama dia itu, pemerataan dan stabilitas," tegas Purbaya.
Tampak berdebat, Densu pun mempertanyakan soal program MBG yang tengah menuai kontroversi.
Purbaya lantas menjelaskan bahwa ia memilih untuk menjalankan program yang baru dengan segala risikonya.
"Masalahnya adalah efisiensinya penggunaan anggarannya itu yang jadi pokok permasalahannya. Ini bukan mau menyerang presiden ya," kata Densu.
"Setiap usaha baru ada risikonya, berani enggak ambil risiko? kalau saya akan ambil, tapi nanti kita perbaiki terus ke depannya. Daripada saya ambil yang zaman dulu yang jeblok. Kan masih jalan (programnya)," ungkap Purbaya.
(TribunTrends/TribunBogor/Khairunnisa)