TRIBUNLOMBOK.COM, MATARAM - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan kondisi cuaca di sejumlah destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada Sabtu, 4 Juli 2026, didominasi cuaca cerah berawan.
Kondisi tersebut diperkirakan mendukung aktivitas wisata, meski wisatawan tetap diimbau memperhatikan perkembangan cuaca terkini.
Berdasarkan prakiraan BMKG, Kuta Mandalika diprediksi mengalami cuaca cerah berawan sejak dini hari hingga pagi, berawan pada siang hari, kemudian kembali cerah berawan pada malam hari. Suhu udara berkisar 24-31 derajat Celsius, kelembapan 66-85 persen, dengan kecepatan angin 12-28 km/jam.
Di Selong Belanak, cuaca diprakirakan cerah berawan pada dini hari, pagi, dan malam, sedangkan siang hari berawan. Suhu udara berada pada kisaran 24-31 derajat Celsius, kelembapan 69-88 persen, serta kecepatan angin 13-28 km/jam.
Sementara itu, Gili Trawangan diperkirakan cerah berawan sepanjang hari dengan kondisi sedikit lebih berawan pada siang hari. Suhu udara berkisar 25-31 derajat Celsius, kelembapan 66–87 persen, dan kecepatan angin 2–24 km/jam.
Baca juga: Prakiraan Cuaca NTB 4 Juli 2026, Sejumlah Wilayah Berpotensi Hujan Ringan
Untuk kawasan wisata pegunungan Sembalun, BMKG memprakirakan udara kabur pada dini hari, cerah berawan pada pagi dan malam hari, serta berawan pada siang hari. Suhu udara relatif sejuk, yakni 18–23 derajat Celsius, dengan kelembapan 63–93 persen dan kecepatan angin 2–28 km/jam.
Di kawasan wisata Benang Kelambu, cuaca diprediksi cerah berawan pada dini hari, pagi, dan malam hari, sementara siang hari berawan. Suhu udara berkisar 24-31 derajat Celsius, kelembapan 69-88 persen, dengan kecepatan angin 13-28 km/jam.
Adapun kawasan wisata Senggigi diprakirakan cerah berawan sepanjang hari dengan kondisi berawan pada siang hari. Suhu udara berada pada kisaran 24-31 derajat Celsius, kelembapan 69-88 persen, serta kecepatan angin 13-28 km/jam.
BMKG mengimbau masyarakat dan wisatawan agar tetap memantau informasi prakiraan cuaca terbaru sebelum melakukan aktivitas wisata, terutama di kawasan pantai dan pegunungan, karena kondisi cuaca dapat berubah sewaktu-waktu.
(*)