TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Timnas Argentina, Lionel Scaloni, memanaskan nuansa pertandingan 32 besar melawan Tanjung Verde.
Scaloni menjawab anggapan atau bahkan tudingan yang menyebut Argentina diuntungkan wasit saat bertanding di Piala Dunia 2026.
Pelatih berusia 48 tahun ini santai saat menjawab adanya anggapan tersebut.
Meski demikian, isi dari jawaban Scaloni tersebut yang lebih menjadi sorotan besar.
"Orang-orang menganggap wasit menguntungkan Argentina? Kami seharusnya sama sekali tidak usah melihat media sosial," kata Scaloni dalam sesi konferensi pers sebelum pertandingan, dikutip dari Albiceleste Talk.
"Sekarang ini, siapa saja bisa membuat sesuatu dan mengubah hal kecil menjadi penting bagi seluruh dunia," paparnya.
Kinerja wasit di Piala Dunia 2026 kali ini sebenarnya sudah menjadi perhatian sejak awal dari FIFA. Untuk itu, FIFA membekali para pengadilnya dengan berbagai perlengkapan.
"Kalau saya pribadi sebenarnya merasa puas terkait wasit. Walau pun ada beberapa keputusan yang kurang populer yang diambil wasit di sana, tetapi itu semua bisa dipertanggungjawabkan," kata Hamid Anwar, pengamat sepak bola dari @analiskampungsebelah, dalam podcast Super Taktik di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.
"Karena ada VAR, ada ref cam (kamera yang dikenakan wasit saat memimpin pertandingan) dan lainnya," paparnya.
Baca juga: Jadwal 16 Besar Piala Dunia 2026: Portugal vs Spanyol, Inggris Dibayangi Ujian Berat Lawan Meksiko
Barangkali anggapan Argentina diuntungkan keputusan wasit merujuk pada pertandingan saat mereka berhadapan dengan Aljazair di fase grup.
Saat pertandingan antara Argentina dan Aljazair, Messi melakukan pelanggaran kepada kapten lawan, Aissa Mandi, di menit ke-31.
La Pulga menginjak bagian belakang betis Mandi yang membuat sang lawan kesakitan.
Wasit yang bertugas kala itu jelas memberikan pelanggaran kepada Aljazair.
Namun sang pengadil tak berhenti sampai di situ saja.
Sempat ada peninjauan VAR terkait adanya potensi kartu merah yang mungkin menimpa Messi dari pelanggaran tersebut.
Setelah menunggu beberapa saat, wasit utama memutuskan melanjutkan pertandingan dan tak memberikan Messi kartu apa pun.
Pelanggaran yang dibuat Messi itu dibandingkan dengan kejadian di pertandingan antara Amerika Serikat melawan Bosnia di babak 32 besar beberapa waktu lalu.
Pada menit ke-63, pemain Amerika Serikat, Folarin Balogun, didakwa melakukan pelanggaran berat.
Ia kala itu berebut bola dengan pemain belakang Bosnia, Tarik Muharemovic.
Dalam prosesnya, kaki Balogun mendarat di bagian belakang kaki dari Muharemovic.
Sang bek pun mengerang kesakitan dan wasit langsung menjatuhkan pelanggaran kepada AS dan tendangan bebas bagi Bosnia.
Namun, sang wasit utama mendapatkan peringatan dari tim VAR tentang adanya kemungkinan kartu merah dari pelanggaran tersebut.
Pada akhirnya Balogun mendapatkan kartu merah dari wasit dan Amerika Serikat harus bermain dengan 10 penggawa saja sejak menit ke-64.
Perbedaan vonis dari pelanggaran itu sempat menjadi pertanyaan dari salah seorang pengamat sepak bola di ESPN FC, Jermanine Junior.
"Jika wasit memberikan kartu merah pada pelanggaran ini (Balogun), maksud saya konsistenlah, bagaimana dengan Lionel Messi yang tidak mendapatkan kartu merah," tanya sang pengamat dalam diskusi setelah pertandingan.
Terlepas dari adanya kontroversi itu, Lionel Messi tetap akan menjadi andalan Argentina di babak 32 besar nanti.
Ia akan memimpin rekan-rekannya menghadapi Tanjung Verde untuk menyusul beberapa negara lain yang sudah terlebih dahulu memastikan diri lolos ke 16 besar.
(Tribunnews.com/Guruh)