Jadi Moda Transportasi Andalan Warga, Jumlah Penumpang LRT Jabodebek Terus Meroket
Hironimus Rama July 03, 2026 02:35 PM

Laporan Yolanda Putri Dewanti

TRIBUNNEWSDEPOK.COM, JAKARTA – Moda transportasi LRT Jabodebek semakin mengukuhkan posisinya sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat di Jakarta, Depok, dan Bekasi.

Sejak resmi beroperasi pada 28 Agustus 2023, kereta ringan dengan teknologi otomatis ini mencatatkan tren pertumbuhan pengguna yang signifikan setiap tahunnya.

Tren positif ini terlihat jelas dari data jumlah penumpang. Jika sepanjang tahun 2024 LRT Jabodebek melayani 21.055.870 pengguna, angka tersebut melonjak tajam pada 2025 menjadi 28.816.787 orang, atau tumbuh sekitar 37 persen.

Baca juga: Lebih Bersih dari Kereta di AS, LRT Jabodebek Kini Jadi Andalan Warga hingga Pekerja Migran

Bahkan, pada periode Januari hingga Mei 2026, LRT Jabodebek telah mengangkut 13.211.856 pengguna, meningkat sekitar 23 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Manager Public Relation LRT Jabodebek, Radhitya Mardika, menjelaskan bahwa sistem operasional yang canggih menjadi keunggulan utama moda transportasi ini.

"LRT Jabodebek melayani dua relasi utama, yaitu Dukuh Atas BSI–Harjamukti dan Dukuh Atas BSI–Jatimulya dengan total 18 stasiun yang menghubungkan kawasan permukiman, pusat bisnis, perkantoran hingga simpul transportasi lainnya," ujar Radhitya di Jakarta Jumat (3/7/2026).

Kereta ini menggunakan teknologi Communication Based Train Control (CBTC) dengan Grade of Automation (GoA) Level 3 yang memungkinkan perjalanan berlangsung otomatis tanpa kendali penuh masinis.

Solusi Anti-Macet dan Ramah Lingkungan

Bagi warga yang lelah terjebak macet, LRT Jabodebek menawarkan waktu tempuh yang lebih pasti. Selain itu, beralih ke transportasi berbasis listrik ini merupakan kontribusi nyata dalam menekan emisi gas rumah kaca di kawasan perkotaan.

"Sebagai transportasi berbasis listrik, LRT Jabodebek menjadi bagian dari upaya mendorong transportasi berkelanjutan dan mendukung target pengurangan emisi. Semakin banyak masyarakat yang beralih menggunakan transportasi publik, semakin besar pula kontribusi terhadap pengurangan kemacetan, konsumsi energi, dan emisi gas rumah kaca di kawasan perkotaan," katanya.

Strategi Mempertahankan Kepercayaan Publik

Untuk menjaga loyalitas penumpang, LRT Jabodebek tak hanya mengandalkan promo tarif. Radhitya menegaskan bahwa fokus utama ke depan adalah pada keandalan layanan dan kenyamanan fasilitas.

"Secara umum promo tarif memiliki dampak positif dalam meningkatkan awareness dan mendorong masyarakat untuk mencoba layanan LRT Jabodebek. Namun dalam jangka panjang, faktor yang paling menentukan keberlanjutan pertumbuhan pengguna adalah keandalan layanan, ketepatan waktu, kemudahan akses, integrasi antarmoda, serta kenyamanan perjalanan," jelasnya.

Saat ini, pihak pengelola terus melakukan evaluasi terhadap setiap program engagement—seperti Music on Track hingga program edukasi Edutrain—agar layanan yang diberikan semakin relevan dengan kebutuhan pengguna.

"Hasil evaluasi tersebut menjadi dasar dalam penyusunan program-program berikutnya agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi pengguna dan mendorong peningkatan penggunaan transportasi publik secara berkelanjutan," tutup Radhitya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.