Laporan Ikhwana Mutuah Mico
TRIBUNNEWSDEPOK.COM, TANGERANG SELATAN – Keberhasilan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) dalam mengintegrasikan sistem digital kini mulai membuahkan hasil manis.
Tak hanya memangkas birokrasi, inovasi ini sukses mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara signifikan sekaligus menjadikan Tangsel sebagai rujukan daerah lain di Indonesia.
Capaian prestisius ini dibuktikan dengan diraihnya predikat terbaik pertama Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2025 untuk wilayah Jawa-Bali.
Baca juga: Transformasi Digital PITS Kini Permudah Layanan Air Bersih untuk Fasilitas Publik di Tangsel
Penghargaan ini menegaskan bahwa transformasi digital di Tangsel bukan sekadar konsep, melainkan sudah menjadi budaya kerja.
Mengubah Pelayanan Jadi Kebutuhan
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menegaskan bahwa digitalisasi adalah kunci bagi tata kelola pemerintahan masa depan yang lebih efisien.
“Digitalisasi bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan agar layanan publik semakin cepat, transparan, dan akuntabel,” ujar Benyamin dalam keterangannya, JUmat (3/7/2026).
Pernyataan tersebut sejalan dengan langkah Pemkot Tangsel yang kini mewajibkan transaksi non-tunai untuk segala jenis pembayaran pajak, retribusi, hingga belanja daerah.
Hasilnya, transparansi meningkat dan penerimaan pajak daerah pun melonjak berkat sistem pengawasan yang lebih akurat.
Adaptasi dengan Pola Hidup Warga
Di sisi lain, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyoroti perubahan pola hidup masyarakat yang kini menuntut efisiensi tinggi.
Menurutnya, pemerintah harus hadir memberikan solusi di tengah kesibukan warga.
“Sekarang segala pelayanan harus dilakukan dari rumah. Karena orang-orang semakin sibuk, padat kegiatannya. Ibu rumah tangga pun punya pekerjaan lain, misal jualan online dan lain sebagainya sambil mengurus anak,” kata Pilar.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkot Tangsel terus memacu pembangunan infrastruktur, mulai dari relokasi kabel fiber optik ke bawah tanah, penyediaan WiFi publik berbasis IPv6, hingga integrasi sistem pemerintahan berbasis elektronik.
Inspirasi bagi Daerah Lain
Kesuksesan ini menarik perhatian daerah lain, salah satunya Pemerintah Kota Tanjungbalai. Dalam kunjungan studi komparatifnya, Wakil Wali Kota Tanjungbalai, Muhammad Fadly Abdina, mengakui bahwa sistem di Tangsel menjadi standar baru yang ingin mereka adaptasi.
“Kami mendapat banyak gambaran bagaimana sistem yang ada di Kota Tangsel dan ini bisa diaplikasikan di Kota Tanjungbalai. Alasannya adalah Tangsel itu TP2DD-nya terbaik se-Indonesia. Kedua, optimalisasi potensi yang ada,” ujar Fadly.
Menanggapi hal tersebut, Benyamin Davnie menyatakan komitmennya untuk terus berinovasi. Ia menegaskan bahwa capaian saat ini hanyalah awal dari transformasi yang lebih besar.
“Penghargaan ini bukan garis akhir. Ini justru menjadi pemacu bagi kami untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat,” tutup Benyamin.