Antisipasi Dampak Kemarau, Pemkab Bogor Genjot Normalisasi Saluran Air Skala Besar
Hironimus Rama July 03, 2026 02:35 PM

Laporan Wartawan TribunnewsDepok.com, M Rifqi Ibnumasy 

​TRIBUNNEWSDEPOK.COM, CISEENG - Pemerintah Kabupaten Bogor bergerak cepat mengantisipasi dampak musim kemarau dengan mempercepat program normalisasi saluran air dan penataan kawasan di berbagai wilayah. 

Langkah taktis ini difokuskan untuk menjaga ketersediaan pasokan air bagi sektor pertanian dan perikanan, sekaligus meminimalisasi potensi bencana akibat penyumbatan drainase.

​Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa proyek normalisasi berskala besar ini sedang berjalan di sejumlah kecamatan strategis, meliputi Ciseeng, Kemang, Parung, Gunung Sindur, Cariu, hingga Tanjungsari.

Baca juga: Krisis Suplai Material Alam, Proyek Infrastruktur Pemerintah di Kabupaten Bogor Terancam Mangkrak

​"Bogor ini wilayahnya sangat luas dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia,” kata Rudy, Jumat (3/7/2026).

“Saat ini fokus kami adalah normalisasi saluran air skala besar, yang dibarengi dengan penataan irigasi serta penataan wilayah demi pelayanan terbaik untuk masyarakat," sambungnya. 

​Rudy memaparkan, sektor pertanian di Kecamatan Cariu dan Tanjungsari menjadi prioritas utama karena jaringan irigasinya mengairi sekitar 700 hingga 800 hektare lahan produktif. 

Sementara itu, untuk kawasan Minapolitan yang mencakup Ciseeng, Kemang, Parung, dan Rancabungur, normalisasi ini krusial guna menyelamatkan pasokan air bagi 200 hektare kolam perikanan warga.

​Selain pengerukan, Pemkab Bogor juga menyiapkan langkah kontingensi berupa sistem pipanisasi dari mata air dan pembangunan sumur bor di titik-titik rawan kekeringan.

​Tak hanya fokus pada infrastruktur air, Rudy menegaskan pihaknya akan menindak tegas bangunan liar di bantaran sungai. 

Langkah penertiban ini dinilai mutlak dilakukan agar fungsi drainase dan irigasi kembali optimal serta bebas dari hambatan fisik. (m38)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.