Ancaman Keras Iran pada AS Jika Keamanan Selat Hormuz Dicampuri
Garudea Prabawati July 03, 2026 02:38 PM

TRIBUNNEWS.COM - Militer Iran menegaskan akan memberikan respons tegas terhadap setiap campur tangan Amerika Serikat (AS) dalam urusan keamanan di Selat Hormuz maupun tindakan yang dinilai mengganggu ketertiban di jalur pelayaran strategis tersebut.

Pernyataan tersebut muncul setelah Komando Pusat AS (CENTCOM) menggelar pertemuan keamanan regional di Manama, Bahrain, bersama pejabat militer senior dari 11 negara di kawasan.

Dalam pernyataannya, Iran menegaskan Selat Hormuz berada dalam wilayah kedaulatannya dan keamanan serta stabilitas jalur pelayaran strategis tersebut merupakan "garis merah" bagi Angkatan Bersenjata Iran.

Teheran menyatakan setiap campur tangan Amerika Serikat dalam urusan keamanan Selat Hormuz atau tindakan yang dianggap mengganggu ketertiban akan dipandang sebagai ancaman terhadap kedaulatan nasional dan akan dibalas secara tegas.

Baca juga: Harapan Damai Belum Menjamin Jalur Energi Aman, Iran Kembali Perketat Selat Hormuz

Iran juga menyebut keberadaan pesawat tempur berawak maupun nirawak milik Amerika Serikat di atas Selat Hormuz berpotensi membahayakan keamanan kawasan.

Selain itu, Teheran menegaskan seluruh kapal tanker minyak dan kapal dagang wajib menggunakan rute pelayaran yang telah ditetapkan untuk melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Menurut Iran, setiap pelanggaran terhadap jalur pelayaran atau protokol navigasi akan segera direspons oleh angkatan bersenjata, yang dinilai dapat membahayakan keselamatan kapal yang melanggar.

"Iran tidak akan mengabaikan langkah apa pun yang dianggap perlu untuk melindungi hak-hak kedaulatannya di Selat Hormuz dan menghadapi setiap pelanggaran atau agresi yang dilakukan militer AS maupun pihak-pihak yang mendukungnya," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Sehari sebelumnya, CENTCOM mengumumkan telah menggelar pertemuan keamanan regional yang dipimpin Pasukan Pertahanan Bahrain dan dihadiri pejabat militer senior dari Mesir, Yordania, Kuwait, Lebanon, Oman, Qatar, Arab Saudi, Suriah, Uni Emirat Arab (UEA), dan Yaman.

Pertemuan tersebut membahas situasi keamanan kawasan, peningkatan kerja sama pertahanan, serta upaya menjaga keamanan pelayaran kapal dagang di Selat Hormuz.

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.