SURYA.co.id, LAMONGAN – Selama bertahun-tahun, rumah sederhana milik Mbah Ranti (90), warga Dusun Kedungglonggong, Desa Sidomukti, Kecamatan Kembangbahu, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur selalu diselimuti kegelapan saat malam tiba.
Di usianya yang telah menginjak 90 tahun, perempuan lanjut usia itu hidup seorang diri tanpa aliran listrik.
Aktivitasnya hanya mengandalkan penerangan seadanya, hingga akhirnya secercah harapan datang melalui kepedulian seorang anggota polisi.
Perubahan itu berawal dari program Peddal Kamtibmas DDS Sobo Kampung yang rutin dilakukan Aipda Nanang Sumantri, Bhabinkamtibmas Desa Sidomukti, Polsek Kembangbahu, Polres Lamongan.
Baca juga: BREAKING NEWS Kapal Nelayan Lamongan Hilang Kontak di Perairan Kangean Sumenep, Angkut 20 ABK
Sementara itu, kepedulian PLN ULP Lamongan di bawah kepemimpinan Slamet menunjukkan pelayanan kepada masyarakat tidak hanya sebatas menyalurkan listrik, tetapi juga menghadirkan harapan bagi mereka yang selama ini hidup dalam keterbatasan.
Kini, rumah Mbak Ranti tak lagi gelap gulita. Cahaya yang menyala di sudut rumahnya menjadi simbol bahwa kepedulian, gotong royong, dan sinergi mampu menghadirkan perubahan besar bagi kehidupan seseorang.
Melalui kegiatan sambang dari rumah ke rumah, Sumantri menemukan kondisi Mbak Ranti yang hidup dalam keterbatasan.
Melihat kondisi tersebut, ia merasa terpanggil untuk membantu agar perempuan lansia itu bisa menikmati penerangan yang layak.
Sumantri kemudian mendokumentasikan kondisi Mbak Ranti dalam sebuah video dan membagikannya melalui media sosial.
Unggahan tersebut dengan cepat menarik perhatian warganet yang turut membagikannya hingga menjangkau banyak pihak.
Video itu akhirnya sampai ke tangan Manager ULP PLN Lamongan, Slamet yang tersentuh melihat kondisi Mbak Ranti, Slamet bersama jajarannya segera melakukan survei ke lokasi.
Setelah memastikan kondisi di lapangan, PLN ULP Lamongan memutuskan memberikan bantuan pemasangan listrik gratis sebagai bentuk kepedulian kepada warga kurang mampu.
Proses pemasangan instalasi listrik dilakukan petugas PLN dengan dukungan warga sekitar.
Tak lama kemudian, lampu di rumah Mbak Ranti akhirnya menyala untuk pertama kalinya.
Momen itu menjadi kebahagiaan yang selama ini dinantikan perempuan lanjut usia tersebut.
Dengan mata berkaca-kaca, Mbak Ranti mengaku bersyukur karena kini rumahnya tidak lagi gelap saat malam hari.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Sumantri yang telah peduli dan memperjuangkan bantuan tersebut, serta kepada Manager ULP PLN Lamongan, Slamet, beserta seluruh jajaran PLN yang telah mewujudkan harapannya.
"Matur nuwun pak Sumantri lan sedoyone," katanya.
Bagi Sumantri program yang dijalani bukan sekadar agenda sambang warga, melainkan upaya mendengarkan langsung persoalan masyarakat dan menjembatani solusi melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.
"Kami ingin berbuat yang memberikan manfaat bagi orang lain, " kata Sumantri, Jumat (4/7/2026).
Sementara itu, kepedulian PLN ULP Lamongan menunjukkan bahwa sinergi antara aparat, instansi, dan masyarakat mampu menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan warga yang membutuhkan.
Kini, cahaya yang menerangi rumah Mbak Ranti bukan sekadar aliran listrik, tetapi juga menjadi simbol hadirnya kepedulian yang mampu mengubah kehidupan seseorang.