Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud Siapkan Anggaran Rp20 Miliar Demi Rampungkan Lapas Perempuan Tenggarong
Miftah Aulia Anggraini July 03, 2026 03:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, TENGGARONG - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) berkomitmen mempercepat penyelesaian pembangunan Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong.

Komitmen itu disampaikan Gubernur Kaltim, Rudy Masud, saat meninjau langsung kondisi lapas usai mengikuti Rapat Koordinasi bersama Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur, Jumat (3/7/2026).

Didampingi Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara Sunggono dan Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong Riva Dilyanti, Gubernur Rudy Masud meninjau ruang hunian warga binaan hingga progres pembangunan gedung baru yang hingga kini belum selesai.

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan langsung kondisi lapas yang saat ini mengalami kelebihan kapasitas, sekaligus mencari solusi percepatan penyelesaian bangunan baru agar pelayanan pemasyarakatan dapat berjalan lebih layak.

Baca juga: Rutan Balikpapan Mutasi 12 Warga Binaan ke Lapas Perempuan Tenggarong ‎

Dalam kesempatan itu, Rudy Masud menegaskan persoalan over kapasitas di Lapas Perempuan Tenggarong sudah mendesak untuk ditangani karena menyangkut aspek kemanusiaan.

“Kami ingin melihat langsung situasi dan kondisinya agar penyelesaian bangunan ini menjadi salah satu prioritas. Saat ini kapasitas hunian lapas hanya sekitar 135 orang, namun kenyataannya dihuni lebih dari 340 hingga 350 warga binaan,” ujarnya.

Ia mengaku prihatin melihat kondisi ruang hunian yang padat.

Menurutnya, warga binaan tetap berhak memperoleh lingkungan pembinaan yang layak selama menjalani masa hukuman.

Baca juga: Cara Mendongkrak Literasi Warga Binaan Lapas Perempuan Tenggarong di Kukar

Rudy Masud menjelaskan, berdasarkan laporan pihak lapas, seluruh warga binaan perempuan yang masih ditempatkan di lapas laki-laki di berbagai daerah sebenarnya direncanakan dipusatkan di Tenggarong.

Namun rencana tersebut belum dapat diwujudkan lantaran kapasitas lapas saat ini telah melampaui batas.

“Harapan kami ke depan, seluruh lapas perempuan di Kalimantan Timur nantinya dapat terpusat di Tenggarong apabila pembangunan ini dapat diselesaikan. Bangunan yang baru masih setengah jadi, sehingga kami sedang mengupayakan formulasi pembiayaannya agar bisa memperoleh anggaran untuk menyelesaikan pembangunan tersebut,” katanya.

Untuk menuntaskan pembangunan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp28 miliar.

Baca juga: Rutan Balikpapan Pindahkan 10 Narapidana ke Lapas Perempuan Tenggarong

Dari jumlah tersebut, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara telah mengalokasikan sekitar Rp8 miliar, sehingga masih diperlukan tambahan sekitar Rp20 miliar.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur pun membuka peluang mengalokasikan kekurangan anggaran tersebut melalui mekanisme pergeseran anggaran maupun penganggaran pada tahun berikutnya.

“Nantinya kita akan lakukan proses perencanaan anggaran lebih dahulu agar masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD) sebagai dasar penganggaran,” tuturnya.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kutai Kartanegara, Sunggono, menyambut baik perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi terhadap penyelesaian proyek tersebut.

Baca juga: Gubernur Kaltim Tinjau Kesiapan PSU di Lapas Perempuan Tenggarong, 73 WBP Bakal Salurkan Hak Pilih

Menurutnya, dukungan dari Pemprov diharapkan mampu mempercepat pembangunan mengingat lapas ini melayani warga binaan perempuan dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

“Kita berharap perhatian Pemerintah Provinsi dapat mempercepat penyelesaian proyek tersebut, mengingat lapas ini menampung warga binaan perempuan dari berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur,” harapnya.

Di sisi lain, Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Tenggarong, Riva Dilyanti, mengungkapkan lapas yang dipimpinnya merupakan satu-satunya lapas perempuan yang melayani wilayah Kalimantan Timur hingga Kalimantan Utara.

Saat ini jumlah penghuni telah mencapai 357 orang, jauh melebihi kapasitas ideal sebanyak 135 orang.

Baca juga: Petugas Gabungan Razia Dadakan dan Tes Urine Dadakan Penghuni Lapas Perempuan di Tenggarong

Bahkan, satu kamar dihuni hingga 42 sampai 43 warga binaan sehingga kondisi tersebut dinilai tidak lagi layak.

Apabila pembangunan gedung baru rampung, kapasitas lapas akan meningkat secara signifikan sekaligus menghadirkan fasilitas pembinaan yang lebih memadai bagi warga binaan perempuan di wilayah Kalimantan.

“Untuk pembangunan gedung sendiri ini baru dapat diselesaikan menunggu anggarannya seperti disampaikan Pak Gubernur, saat ini kapasitas Lapas Perempuan Tenggarong diproyeksikan meningkat menjadi sekitar 700 orang,” tutup Riva. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.