SURYA.CO.ID, SURABAYA - PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS), Jawa Timur (Jatim), menyatakan kesiapan penuh dalam mendukung pengembangan layanan logistik multimoda yang diinisiasi pemerintah. Langkah strategis ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi sistem logistik nasional, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam kancah perdagangan global.
Direktur Utama TPS, Wahyu Widodo, menegaskan bahwa pihaknya telah melakukan berbagai pembenahan untuk mendukung integrasi antarmoda.
"TPS akan terus memperkuat peran Pelabuhan Tanjung Perak sebagai gerbang perdagangan internasional dan hub logistik Indonesia bagian timur melalui peningkatan kualitas layanan dan optimalisasi konektivitas multimoda," ujar Wahyu, Jumat (3/7/2026).
Dalam kunjungannya ke TPS, Asisten Deputi Pengembangan BUMN Bidang Infrastruktur dan Logistik Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Yuli Sri Wilanti, menekankan pentingnya ekosistem logistik yang terintegrasi. Menurutnya, integrasi jalur kereta api dengan pelabuhan menjadi kunci untuk mempercepat arus barang.
Beberapa poin penting dalam pengembangan logistik multimoda tersebut meliputi:
Pengembangan layanan ini, merupakan respons pemerintah terhadap biaya logistik nasional yang saat ini masih berada di kisaran 14,29 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).
Integrasi kereta api dan kapal laut diharapkan mampu menciptakan rantai pasok yang lebih andal.
Selain infrastruktur, rapat koordinasi tersebut juga membahas perlunya harmonisasi kebijakan fiskal serta peningkatan daya saing tarif angkutan kereta api logistik.
Kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, Pelindo, KAI Logistik, dan asosiasi terkait menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran operasional di lapangan.
Dengan optimalisasi konektivitas dan kapasitas transhipment yang mumpuni, Indonesia diproyeksikan memiliki daya saing lebih kuat dalam menarik investasi serta memperluas jangkauan jaringan pelayaran internasional.