TRIBUNTRENDS.COM - Polda Jawa Barat akhirnya mengungkap alasan mengapa YTR (29) tidak pernah berusaha melarikan diri selama tiga tahun disekap oleh Taufik Hidayat.
Pertanyaan tersebut sebelumnya menjadi sorotan publik setelah kasus penyekapan dan penganiayaan itu terungkap.
Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang Polda Jabar, Kombes Rumi Untari, menyebut korban mengalami ketakutan yang sangat besar terhadap pelaku.
Menurutnya, jawaban itu disampaikan korban secara konsisten selama pemeriksaan berlangsung.
Selain mendapat ancaman, korban juga tidak memiliki akses komunikasi karena telepon genggamnya dikuasai oleh pelaku sejak awal.
Kondisi tersebut membuat YTR merasa tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri meski pelaku sedang tidak berada di rumah.
Rumi juga menegaskan bahwa tato di tubuh korban tidak dibuat karena paksaan secara lisan dari pelaku.
Namun, kondisi psikologis korban yang dipenuhi rasa takut diduga membuatnya selalu menuruti perintah Taufik.
Polisi menilai penolakan terhadap perintah pelaku berpotensi memicu kekerasan baru, sehingga korban memilih bertahan dalam situasi yang menyiksa tersebut.
Baca juga: Taufik Hidayat Sempat Check In Hotel Sebelum Ditangkap, Simpan Banyak KTP di Jok Motor & Curi Hp
Rumi juga menegaskan korban membuat tato di tubuhnya tak ada paksaan dari pelaku.
Namun, dengan kondisi YTR semacam itu tentu korban mau tak mau mengikuti perintah pelaku, karena takut dipukuli.
"Walau memang secara lisan tak ada paksaan. Tapi, kalau kami lihat kondisi psikis ya pasti ada ketakutan. Kalau menolak pasti dilakukan kekerasan terhadap korban," katanya.
Baca juga: Kondisi Yuvita Korban Taufik Hidayat Sudah Membaik, Bisa Jalan dan Makan, Rekonstruksi Butuh 1 Tahun
Dia juga mengatakan dari 21 adegan yang dilakukan dalam rekonstruksi terdapat adegan pemukulan dengan helm, kemudian ada kaki meja yang dari besi dipukulkan ke korban YTR di TKP terakhir, serta ada adegan yang menyabetkan golok ke korban yang saat itu kondisinya sudah buta.
"Kami tadi fokus di TKP 3, 5, dan 6. Sedangkan TKP 4 hanya menampar sehingga luka di wajah ada darah yang menciprat ke dinding," ujarnya
Disinggung soal pelaku sempat memberikan obat dari apotek lantaran khawatir atau takut korban ini meninggal.
"Dia sempat beli obat di apotek karena takut korban meninggal, maka dia mencoba mengobatinya sendiri," katanya.
(TribunTrends/Grid.id)