100 Mahasiswa STIPER Flores Bajawa Diterjunkan di Empat Kabupaten, Atasi Stunting dan Kemiskinan
Hilarius Ninu July 03, 2026 03:45 PM

 

Laporan Reporter TRIBUNFLORES.COM, Charles Abar


TRIBUNFLORES.COM, BAJAWA – Sekolah Tinggi Pertanian Flores Bajawa (STIPER Flores Bajawa) kembali menunjukkan komitmennya dalam melahirkan sumber daya manusia yang mampu memberikan dampak nyata bagi kemajuan masyarakat. Melalui program Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Gerakan Pengentasan Kemiskinan dan Stunting (Gentaskin) Tahun 2026, kampus tersebut mengutus 100 mahasiswa untuk mengabdi di empat kabupaten di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pelepasan peserta diawali dengan Misa Perutusan yang berlangsung di Aula Kampus C Turekisa. Misa dipimpin oleh Reverendus Dominus (RD) Doktor Rofinus Neto Wuli, S.Fil, M.Si (Han) yang juga menjabat sebagai Ketua LPMAI STIPER Flores Bajawa. Dalam kesempatan itu, para mahasiswa menerima berkat perutusan yang disaksikan Ketua STIPER Flores Bajawa Dr. Nicolaus Noywuli, Wakil Ketua I Jefry Djawapatty, para dosen, staf, serta civitas Akademika.


Dalam homilinya, RD Rofinus Neto Wuli menegaskan bahwa STIPER Flores Bajawa tidak hanya berorientasi mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan spiritualitas yang kokoh.

Menurutnya, pemberian berkat perutusan menjadi simbol bahwa para mahasiswa diutus untuk mengabdi kepada masyarakat sesuai dengan nilai-nilai yang diusung kampus.

 

Baca juga: Kaitkan Ekonomi Warga dengan Konservasi Riung, Peneliti STIPER Flores Bajawa Paparkan Temuan

"Peserta kegiatan ini hendaknya memiliki spirit keimanan yang tinggi dan spirit kebangsaan untuk hadir dan terutus di medan pengabdian pelayanan KKNT Gentaskin semaksimal mungkin sebagai generasi masa depan NTT yang maju dan Indonesia yang berjaya," ujar Romo Rofinus.

Sementara itu, Ketua STIPER Flores Bajawa, Dr. Nicolaus Noywuli, mengatakan Misa Perutusan merupakan bentuk komitmen lembaga dalam memohon penyertaan Tuhan agar seluruh rangkaian kegiatan KKNT berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, program tersebut sejalan dengan kebijakan LLDIKTI Wilayah XV yang mendorong perguruan tinggi untuk berkontribusi langsung dalam upaya percepatan pengentasan kemiskinan ekstrem dan stunting di Nusa Tenggara Timur.

"Melepas peserta KKNT Gentaskin Tahun 2026 diawali dengan misa pemberkatan untuk memohon perlindungan Tuhan agar mahasiswa sukses menjalankan pengabdian. Tahun ini STIPER Flores Bajawa kembali bekerja sama dengan LLDIKTI Wilayah XV bersama sejumlah perguruan tinggi di NTT dalam program KKNT Berdampak Gerakan Pengentasan Kemiskinan dan Stunting," kata Nicolaus.

Ia mengungkapkan, pada pelaksanaan KKNT tahun ini STIPER Flores Bajawa menjadi salah satu perguruan tinggi dengan jumlah peserta terbanyak.

Sebanyak 100 mahasiswa akan ditempatkan di empat kabupaten, yakni Kabupaten Flores Timur, Kabupaten Nagekeo, Kabupaten Ngada, dan Kabupaten Manggarai Timur.

Di Kabupaten Flores Timur, sebanyak 35 mahasiswa akan bertugas di tiga kecamatan di Pulau Adonara dan wilayah Larantuka. Sementara 30 mahasiswa ditempatkan di Kecamatan Nangaroro, Kabupaten Nagekeo.

Selain itu, mahasiswa juga diterjunkan ke Kecamatan Jerebuu di Kabupaten Ngada, serta Kecamatan Rana Mese, Elar, dan Elar Selatan di Kabupaten Manggarai Timur.

Selama dua bulan, para mahasiswa akan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat yang berfokus pada bidang pangan dan gizi, kesehatan, pendidikan, ekonomi, serta penguatan kapasitas masyarakat desa.

Nicolaus menegaskan, para mahasiswa telah dibekali kompetensi sesuai bidang keilmuan masing-masing sehingga diharapkan mampu menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

"Kami memastikan mahasiswa memiliki kompetensi sesuai moto kampus, yakni 'Searching and Serving with Love', mencari dan memberi yang terbaik. Mereka diharapkan disiplin, produktif, serta responsif terhadap kondisi sosial budaya di lokasi pengabdian," ujar Dr.Nicolaus.

Ia berharap kehadiran mahasiswa STIPER Flores Bajawa melalui program KKNT Gentaskin 2026 mampu memberikan kontribusi nyata dalam percepatan penurunan angka stunting dan pengentasan kemiskinan di NTT.

Menurutnya, secara teknis seluruh mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing lapangan, koordinator mahasiswa, serta tim pendamping yang telah ditetapkan oleh LLDIKTI Wilayah XV bersama perguruan tinggi mitra sehingga pelaksanaan program di setiap desa dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.(Cha).

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.