Pipis Terus Meski Masih Muda? Dokter Sebut Bisa Jadi Gejala Gangguan Berkemih
Abd Rahman July 03, 2026 03:47 PM

 

TRIBUN-SULBAR.COM- Banyak orang menganggap sering buang air kecil hanya disebabkan terlalu banyak minum atau kebiasaan sehari-hari.

Padahal, jika frekuensinya tidak normal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda adanya gangguan berkemih yang memerlukan penanganan medis.

Dokter Spesialis Rehabilitasi Medik Subspesialis Neuromuskular, dr. Stephanie Theodora Y, Sp.KFR (K), mengatakan gangguan berkemih tidak hanya dialami oleh lanjut usia, tetapi juga banyak ditemukan pada usia muda.

Baca juga: Tim Dosen Unsulbar Ajarkan Teknologi Tetas dan Pakan Lokal bagi Peternak di Apoleang Utara Majene

Baca juga: Verrell Bramasta Diserbu Emak-emak di Mamuju, Teriakan Minta Foto Pecah di Lokasi Pembagian Beras

Ia menjelaskan, pasien yang datang berkonsultasi memiliki rentang usia yang sangat beragam, mulai dari remaja hingga lansia.

Gangguan Berkemih Bisa Menyerang Usia Muda

Menurut dr. Stephanie, anggapan bahwa gangguan berkemih hanya dialami orang lanjut usia sudah tidak sesuai dengan kondisi yang ditemui di lapangan.

Ia mengaku pernah menangani pasien berusia 17 tahun, 19 tahun, 21 tahun, hingga usia 40, 60, bahkan 70 tahun.

Salah satu kasus yang paling diingat adalah seorang pria berusia 25 tahun yang harus buang air kecil hingga puluhan kali dalam sehari.

"Jangan dianggap enteng. Ada pasien saya baru umur 25 tahun, pipisnya bisa 19 kali sehari, bahkan 25 kali sehari. Quality of life-nya jadi jelek sekali, dia tidak bisa tidur malam hari," ujar dr. Stephanie dalam media briefing di Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2026).

Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan bahwa gangguan berkemih dapat mengganggu aktivitas sehari-hari, pekerjaan, hingga kualitas hidup, meski dialami seseorang yang masih berusia muda.

Kenali Gejala yang Tidak Boleh Diabaikan

Dr. Stephanie mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap semua keluhan buang air kecil sebagai hal yang wajar.

Beberapa gejala yang sebaiknya segera diperiksakan antara lain:

  • Buang air kecil setiap satu jam.
  • Sering terbangun pada malam hari untuk buang air kecil.
  • Urine keluar saat batuk atau bersin meski masih berusia muda.
  • Terus-menerus merasa ingin buang air kecil.
  • Muncul sensasi tidak tuntas setelah berkemih.

Menurutnya, keluhan tersebut dapat menjadi tanda adanya gangguan pada sistem kemih maupun otot dasar panggul sehingga perlu dikonsultasikan ke dokter urologi atau dokter rehabilitasi medik.

Harus Mengejan Saat Buang Air Kecil Bukan Hal Normal

Selain frekuensi buang air kecil yang terlalu sering, dr. Stephanie juga menyoroti kebiasaan mengejan saat berkemih.

Ia mengatakan masih banyak orang menganggap kondisi tersebut normal karena urine akhirnya tetap bisa keluar.

Padahal, kebiasaan harus mengejan justru dapat menjadi tanda adanya gangguan.

Bahkan, ia pernah menemukan pasien yang harus membungkukkan badan hingga hampir 90 derajat atau terus-menerus menyiram air agar bisa buang air kecil.

"Menurut saya, kondisi seperti itu sebaiknya dikonsultasikan. Bisa saja normal, tetapi kebanyakan tidak normal," katanya.

Karena itu, siapa pun yang harus mengejan, membungkuk, atau melakukan cara-cara tertentu agar bisa berkemih dianjurkan segera memeriksakan diri ke tenaga medis.

Latihan Otot Dasar Panggul Jadi Salah Satu Terapi

Dalam penanganan gangguan berkemih, dr. Stephanie menjelaskan salah satu terapi yang dapat dilakukan adalah biofeedback, yakni pemeriksaan menggunakan alat khusus untuk mengukur kekuatan otot dasar panggul secara objektif.

Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan latihan yang sesuai bagi setiap pasien.

Namun, keberhasilan terapi tidak hanya bergantung pada tindakan di rumah sakit.

Pasien juga harus rutin melakukan latihan otot dasar panggul dalam aktivitas sehari-hari agar hasilnya optimal.

"Penting sekali melakukan latihan secara konsisten, setiap hari, dan menjadikannya sebagai kebiasaan sehat," ujarnya.

Menurut dr. Stephanie, latihan otot dasar panggul dapat dilakukan saat duduk, berjalan, bekerja, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari sehingga lebih mudah diterapkan dalam jangka panjang.

Jika mengalami keluhan buang air kecil yang tidak normal atau berkepanjangan, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan diagnosis dan penanganan yang tepat.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.