Dampak MBG Libur: Harga Daging Ayam di Kota Madiun Turun Drastis
Cak Sur July 03, 2026 05:32 PM

SURYA.CO.ID, KOTA MADIUN - Harga daging ayam potong di Kota Madiun, Jawa Timur (Jatim), mengalami penurunan yang cukup signifikan.

Berdasarkan pantauan di Pasar Besar Kota Madiun, Kelurahan Kejuron, Kecamatan Taman pada Jumat (3/7/2026), harga daging ayam kini menyentuh angka Rp30.000 per kilogram (kg).

Penurunan harga ini terbilang drastis dibandingkan dua pekan sebelumnya, di mana harga ayam potong sempat meroket di kisaran Rp35.000 hingga Rp37.000 per kg.

Dampak Libur Sekolah dan Jeda Program MBG

Menurut penuturan salah satu pedagang ayam potong di Pasar Besar Kota Madiun, Eva Wiji Lestari, penurunan harga ini terjadi sejak program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan sementara selama masa libur sekolah.

"Biasanya kalau ada program MBG itu harganya bisa mencapai Rp35.000 sampai Rp37.000 per kilogram. Sekarang terus turun karena program MBG sedang libur, ditambah lagi libur sekolah yang secara otomatis mengurangi permintaan di pasar," ujar Eva pada Jumat (3/7/2026).

Eva menegaskan bahwa penurunan harga ini murni disebabkan oleh berkurangnya permintaan (demand), bukan karena melimpahnya pasokan barang dari distributor.

Ia memastikan volume pasokan ayam dari peternak ke pedagang masih relatif normal dan stabil seperti hari-hari biasa.

Harga Ayam Hidup di Tingkat Peternak Ikut Merosot

Kondisi penurunan harga ini ternyata juga terjadi di tingkat hulu. Eva mengungkapkan bahwa harga ayam hidup di tingkat pemasok atau peternak ikut mengalami penurunan yang cukup tajam.

  • Harga saat program MBG libur: Rp19.000 hingga Rp20.000 per kilogram (tergantung pemasok).
  • Harga saat program MBG berjalan: Rp24.000 hingga Rp25.000 per kilogram.

Meski harga daging ayam mengalami penurunan, Eva mengaku kondisi tersebut tidak serta-merta mendongkrak volume penjualannya. Daya beli masyarakat terpantau masih stagnan.

"Pembelinya sama saja. Bukan berarti ayam murah lalu masyarakat langsung borong atau menyetok dalam jumlah banyak, tidak seperti itu. Volume penjualan kami tetap sama," ungkapnya.

Ia juga menambahkan bahwa penurunan harga ini tidak memberikan margin keuntungan ekstra bagi pedagang. Sebab, harga modal dari pemasok juga disesuaikan ke bawah.

Namun, para pedagang memperkirakan harga komoditas ini akan kembali merangkak naik pada pertengahan Juli 2026 mendatang, seiring dengan masuknya tahun ajaran baru dan bergulirnya kembali program MBG.

Konsumen Sambut Baik Penurunan Harga

Di sisi lain, penurunan harga daging ayam ini disambut dengan sangat positif oleh masyarakat selaku konsumen.

Yulia, salah seorang warga Kota Madiun, mengaku bersyukur karena pengeluaran belanja dapurnya menjadi lebih hemat.

"Sekarang saya beli dapat harga sekitar Rp32.000 per kilogram, sebelumnya masih Rp35.000. Tentu senang sekali karena sisa uang belanja bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya," kata Yulia.

Menurut Yulia, stabilitas harga pangan yang terjangkau sangat dinanti-nantikan oleh masyarakat luas, terlebih di tengah situasi ekonomi yang belum pulih sepenuhnya.

"Harapannya harga bisa tetap murah dan stabil. Sekarang cari kerja susah, pendapatan juga tidak menentu. Kalau harga kebutuhan pokok aman, masyarakat kecil tentu sangat terbantu dalam mengatur pengeluaran rumah tangga," pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.